
Jakarta, (Delik Asia) | Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) periode 2026–2028 menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan ekosistem kewirausahaan pemuda sebagaimana diatur dalam draf Rancangan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (R-Permenpora) tentang Pelayanan Kepemudaan.

Mewakili Ketua Umum PB PII Amsal Alfian, Sekretaris Jenderal PB PII Atqiya Fadhil Rahman menyampaikan komitmen sinergi organisasi dalam forum konsultasi publik pembahasan R-Permenpora tersebut, Jumat (20/2/2026).
PB PII mengapresiasi visi progresif Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menempatkan kemandirian ekonomi pemuda sebagai salah satu pilar utama pembangunan kepemudaan nasional, khususnya melalui penguatan kewirausahaan di daerah.
Dukungan PB PII difokuskan pada dua agenda strategis, yakni penyediaan infrastruktur inkubasi bisnis serta penguatan skema bantuan dan hibah permodalan bagi wirausaha pemuda.

“Mewakili Ketua Umum PB PII, kami melihat R-Permenpora ini memiliki keberpihakan yang nyata terhadap wirausaha pemuda. PB PII siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan ini benar-benar berdampak jangka panjang bagi generasi muda,” ujar Atqiya.
Secara spesifik, PB PII mendukung target 1 kabupaten/kota 1 inkubator bisnis sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 73 R-Permenpora. Regulasi tersebut mendorong pembentukan paling sedikit satu lembaga inkubator di tingkat provinsi dan satu di tingkat kabupaten/kota sebagai upaya pemerataan akses kewirausahaan.
PB PII menilai kebijakan ini krusial untuk mengurangi ketimpangan ekosistem usaha pemuda yang selama ini terkonsentrasi di kota-kota besar. Organisasi ini menyatakan kesiapan mengaktifkan inkubator daerah melalui jejaring kader nasional, mulai dari pengisian program inkubasi, penyediaan mentor, hingga pengembangan jejaring usaha lokal.
Selain itu, PB PII juga menaruh perhatian pada pengawalan hibah dan bantuan modal sebagaimana diatur dalam Pasal 52 R-Permenpora. PB PII menyambut positif skema permodalan tersebut, namun menekankan pentingnya pengawasan agar program tidak bersifat jangka pendek.
PB PII berkomitmen ikut memantau distribusi hibah agar tepat sasaran serta mendorong penerapan sistem monitoring berjangka pasca-pencairan dana. Pendampingan berkelanjutan dinilai penting agar wirausaha pemuda mampu bertumbuh dan berkelanjutan di tengah persaingan pasar.
“Kemandirian ekonomi pemuda adalah fondasi menuju Indonesia Emas. Target satu inkubator per daerah dan dukungan modal adalah amunisi strategis. PB PII siap menjadi mitra Kemenpora untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, produktif, dan akuntabel,” pungkas Atqiya.(*/Red)

Tidak ada komentar