x

Biro SDM Polda Jabar, Sulap Limbah Kantin Jadi Kompos Jagung dan Ramah Lingkungan

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 02:01 0 9 Redaksi

Bandung, (Delik Asia) | Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Polda Jawa Barat melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah organik kantin sebagai media tanam jagung. Program ini menjadi wujud kontribusi nyata institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung swasembada pangan sekaligus penerapan konsep ramah lingkungan di lingkungan Mapolda Jabar.

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan inovasi tersebut tidak hanya melibatkan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Ketahanan Pangan, tetapi juga mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan perkantoran.

“Kami ingin program ketahanan pangan ini tidak bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Fadly Samad, didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, bahan baku utama media tanam berasal dari limbah organik kantin Polda Jabar, seperti sisa sayuran, kulit buah, nasi bekas, serta bahan organik lainnya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui proses pengolahan sederhana, limbah tersebut diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman.

“Konsep yang kami usung adalah zero waste. Semua sisa makanan organik kami manfaatkan kembali agar tidak terbuang sia-sia,” jelasnya.

Dalam praktiknya, media tanam dibuat dengan komposisi 5:2:2:1, terdiri dari tanah, arang sekam, limbah organik kantin, dan kompos Pak Bhabin. Formulasi ini dirancang untuk menjaga keseimbangan unsur hara, struktur tanah tetap gembur, serta mampu menyimpan air dengan baik.

Menurut Fadly, komposisi tersebut telah melalui uji coba sederhana guna memastikan efektivitasnya dalam mendukung pertumbuhan tanaman jagung.

Media tanam kemudian dimasukkan ke dalam planter bag yang dilengkapi paralon biopori. Sistem ini berfungsi sebagai jalur pengairan, saluran udara, serta membantu proses dekomposisi limbah organik agar unsur hara dilepaskan secara bertahap.

Berbeda dengan metode konvensional, pupuk kompos berbahan limbah kantin ini dapat langsung digunakan tanpa proses panjang, sehingga lebih praktis dan mudah diterapkan.

Sementara itu, AKBP Condro Sasongko menambahkan bahwa inovasi tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi personel Polda Jabar terkait pengelolaan sampah organik dan pertanian berkelanjutan.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan kerja sendiri,” ujarnya.

Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi satuan kerja lain, baik di lingkungan Polda Jabar maupun jajaran Polres. Selain mendukung ketahanan pangan, inovasi ini juga memperkuat komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami berharap langkah kecil ini dapat menginspirasi. Ketahanan pangan dan kepedulian lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan kami siap menjadi bagian dari solusi,” pungkasnya.(*/DDN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x