x

Kebut Jelang Lebaran, Kementerian PU Percepat Pembangunan 1.301 Rumah Hunian Modular di Sumatera

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 02:08 0 7 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan intensitas pembangunan 1.301 unit rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera agar dapat segera ditempati menjelang Lebaran 2026. Langkah percepatan ini dilakukan guna memastikan masyarakat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penyediaan hunian pascabencana merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemulihan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Hunian ini bukan sekadar bangunan, tetapi bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat. Arahan Bapak Presiden jelas, kita harus memastikan masyarakat kembali merasa aman dan nyaman,” ujar Dody.

Hingga 9 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, progres rata-rata pembangunan telah mencapai 47% dan ditargetkan rampung paling lambat 28 Februari 2026.

Sebaran dan Progres Pembangunan

Dari total 1.301 unit yang dibangun Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU:

  • 1.056 unit di Aceh

  • 245 unit di Sumatera Utara

Di Aceh, capaian pembangunan menunjukkan progres signifikan:

  • Kabupaten Aceh Tamiang Tahap I (84 unit) telah 100%

  • Tahap II (156 unit) mencapai 83,72%

  • Kabupaten Bener Meriah (228 unit) 55,7%

  • Kabupaten Aceh Utara (360 unit) 48,1%

  • Kabupaten Pidie Jaya (168 unit) 19,15%

  • Kota Subulussalam (60 unit) 4,91%

Sementara di Sumatera Utara, pembangunan difokuskan di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 245 unit yang tersebar dalam 21 blok, dengan progres 28,6% dan terus dipercepat.

Strategi Percepatan dan Teknologi Modular

Percepatan konstruksi dilakukan dengan strategi adaptif terhadap cuaca. Pekerjaan struktur dan eksterior dikerjakan hingga malam hari saat kondisi memungkinkan, sementara pekerjaan interior tetap berjalan saat hujan untuk menjaga produktivitas.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU menerapkan metode konstruksi modular sistem Modular Lite (MOLI). Teknologi ini memungkinkan pembangunan tanpa alat berat, fleksibel untuk lokasi dengan akses terbatas, serta mempercepat proses pemasangan dengan efisiensi material dan minim limbah konstruksi.

Hunian dirancang dengan struktur yang durable dan tahan gempa, serta dapat dipasang dan dibongkar tanpa menghasilkan limbah konstruksi signifikan.

Dengan pendekatan tersebut, Kementerian PU optimistis seluruh hunian dapat segera diserahterimakan sebelum Lebaran 2026, sehingga masyarakat terdampak bencana dapat kembali menata kehidupan secara lebih aman dan bermartabat.(*/Safar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x