x

ASDP Siaga Puncak Nataru, Rantai Logistik Nasional Tetap Bergerak

waktu baca 3 menit
Rabu, 24 Des 2025 23:18 0 25 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Menjelang puncak arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, aktivitas logistik nasional justru menunjukkan denyut yang semakin kuat. PT ASDP Indonesia Ferry mencatat lonjakan signifikan pergerakan truk logistik di empat pelabuhan utama lintasan strategis Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk pada H-2 Nataru. Kondisi tersebut menegaskan peran vital penyeberangan dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan meningkatnya mobilisasi truk logistik di tengah arus puncak liburan menjadi indikator kuat tingginya kebutuhan distribusi barang antarwilayah. Di saat mobilitas masyarakat meningkat, pasokan logistik, menurut dia, tidak boleh terhenti.

“Lonjakan pergerakan truk logistik di keempat lintasan utama ini menunjukkan betapa strategisnya peran ASDP dalam memastikan distribusi barang tetap berjalan optimal. Kami berkomitmen menjaga kelancaran mobilisasi pasokan, sekalipun berhadapan dengan arus puncak Nataru,” ujar Heru.

Berdasarkan data Posko Cabang Merak, pada lintasan Jawa–Sumatera yang meliputi Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara, jumlah truk yang menyeberang pada H-2 tercatat mencapai 3.620 unit. Angka ini melonjak 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.305 unit. Secara keseluruhan, total penumpang tercatat 35.368 orang atau naik 1,8 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan total kendaraan mencapai 8.770 unit atau tumbuh 12,6 persen secara tahunan.

Sementara itu, pada lintasan Sumatera–Jawa, Posko Pelabuhan Bakauheni mencatat realisasi truk mencapai 3.509 unit, meningkat 20,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total kendaraan yang menyeberang juga naik 1,9 persen menjadi 7.914 unit, diikuti total penumpang sebanyak 32.916 orang.

Arus Logistik Meningkat

Peningkatan serupa terjadi di lintasan Bali–Jawa. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan Posko Pelabuhan Gilimanuk mencatat jumlah truk yang menyeberang mencapai 2.336 unit, melonjak 43,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total penumpang meningkat 4,4 persen menjadi 22.846 orang, dengan jumlah kendaraan tercatat 6.456 unit atau naik 12,2 persen.

Dari arah sebaliknya, meskipun pergerakan kendaraan nonlogistik dan penumpang relatif menurun dengan total 24.432 orang, arus truk dari Jawa menuju Bali tetap menunjukkan tren positif. Pada H-2, jumlah truk yang menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang tercatat 2.294 unit, naik 26,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk mengantisipasi tingginya mobilisasi tersebut, ASDP menerapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pengalihan truk golongan VII hingga IX ke BBJ Bojonegara, pengaturan kendaraan golongan II, III, serta VIB menuju Ciwandan, hingga penerapan delaying system melalui sejumlah buffer zone guna menekan kepadatan di area pelabuhan.

Langkah antisipatif tersebut dinilai efektif. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, saat meninjau Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada Rabu dini hari (24/12), menyampaikan bahwa arus penyeberangan lintas Jawa–Sumatera terpantau relatif terkendali dan kondusif.

“Penyeberangan Jawa–Sumatera hingga saat ini dinilai berjalan dengan baik. Kondisi di Ciwandan juga terpantau lancar,” ujar Menhub.

Dengan semangat melayani sepenuh hati, ASDP terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pola operasional untuk memastikan arus logistik tetap bergerak lancar. Di tengah hiruk-pikuk libur akhir tahun, ASDP memastikan roda distribusi nasional tidak berhenti—menjaga pasokan, menopang ekonomi, dan menghubungkan Indonesia dari pulau ke pulau.[*/Feby]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x