x

Kampus Riset Terbaik 2026 Versi SIR, UIN Ar-Raniry Melampaui UI dan UGM

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Apr 2026 02:22 0 14 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) |  Lompatan prestasi kembali ditorehkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di panggung akademik global. UIN Ar-Raniry dinobatkan sebagai kampus riset terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026—sebuah capaian yang menandai akselerasi transformasi pendidikan tinggi keagamaan menuju pusat keunggulan ilmu pengetahuan.

Keberhasilan ini melampaui sekadar pengakuan simbolik. Ia merepresentasikan konsistensi panjang dalam membangun fondasi riset yang kuat dan berkelanjutan, hingga mampu melampaui dominasi sejumlah kampus besar seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Pertanian Bogor. Dalam konteks ini, UIN Ar-Raniry tampil sebagai simpul intelektual yang memadukan kedalaman tradisi keislaman dengan daya dorong inovasi modern.

Pemeringkatan SIR sendiri bertumpu pada tiga dimensi utama—produktivitas riset, kapasitas inovasi, serta kontribusi sosial. Dalam lanskap tersebut, capaian UIN Ar-Raniry mencerminkan keberhasilan meramu warisan keilmuan Islam dengan perkembangan sains kontemporer, membentuk sintesis yang adaptif terhadap tantangan global yang kian kompleks.

Kompetisi 10 besar kampus riset terbaik nasional versi SIR 2026 menunjukkan dinamika yang semakin kompetitif:

  1. UIN Ar-Raniry
  2. Universitas Indonesia
  3. Universitas Gadjah Mada
  4. Institut Pertanian Bogor
  5. Universitas Negeri Padang
  6. Universitas Airlangga
  7. Universitas Syiah Kuala
  8. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  9. Universitas Padjadjaran
  10. Universitas Diponegoro

Masuknya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam jajaran elite tersebut mempertegas bahwa PTKIN kini telah bertransformasi dari institusi berbasis normatif menjadi motor penggerak riset yang diperhitungkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Caption: Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amin Suyitno (kiri) dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron (kanan) 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Suyitno, menilai capaian ini sebagai indikator konkret keberhasilan reformasi akademik yang tengah dijalankan di lingkungan PTKIN. “Ini bukan sekadar prestasi, melainkan bukti bahwa PTKI mampu mengambil peran strategis dalam ekosistem riset global. UIN Ar-Raniry telah menunjukkan standar baru dalam pengembangan riset yang berdampak,” ujarnya di Jakarta.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari orkestrasi kerja kolektif—mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, hingga ekspansi kolaborasi lintas negara yang berkesinambungan.

Ke depan, Kementerian Agama meneguhkan komitmen untuk memperdalam strategi penguatan riset dan inovasi di seluruh PTKIN. Arah kebijakan ini ditujukan untuk melahirkan institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga responsif terhadap perubahan zaman—menjadi pusat pengetahuan yang berdaya saing global sekaligus penjaga nilai dalam arus besar perkembangan ilmu pengetahuan dunia.(*/Red)

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x