x

Dari Medan Tempur ke Ruang Digital, Kasad Tegaskan Urgensi Keahlian Siber

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Apr 2026 01:52 0 19 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) |  Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak menegaskan pentingnya penguasaan kemampuan siber bagi prajurit TNI AD sebagai fondasi menghadapi dinamika perang modern yang kian kompleks. Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau langsung babak final Waskita Manunggal Siber (WMS) Tournament 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Siber TNI Angkatan Darat, Kamis (16/4/2026).

Ajang WMS 2026 menjadi panggung strategis untuk mengasah sekaligus mengukur ketangguhan talenta siber, tidak hanya dari kalangan prajurit TNI AD, tetapi juga peserta umum lintas profesi—mulai dari kementerian dan lembaga, profesional, hingga mahasiswa dan pelajar. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-6 Pussiberad, yang menandai semakin vitalnya peran ruang digital dalam sistem pertahanan negara.

Dalam arahannya, Kasad menekankan bahwa penguasaan siber bukanlah kemampuan yang dapat dibentuk secara instan. Ia mengingatkan bahwa kesiapan di medan digital menuntut proses panjang, disiplin, serta penguasaan keahlian yang terukur. “Jika kita baru belajar siber saat menghadapi penugasan, maka itu sudah terlambat. Dibutuhkan keahlian nyata untuk memenangkan pertempuran di ruang digital,” tegasnya.

Kompetisi ini diikuti oleh 18 tim pada kategori TNI AD Plus dan 244 tim pada kategori umum. Babak penyisihan digelar secara daring dengan format Capture The Flag (CTF), menguji kecakapan teknis peserta dalam berbagai spektrum keamanan siber, seperti Web Exploitation, Open-Source Intelligence (OSINT), Digital Forensic, Cryptography, hingga AI Security.

Pada kategori TNI AD Plus, Tim Siber Kopassus tampil sebagai juara pertama, disusul Sansidam XII/Tanjungpura dan Sansidam IV/Diponegoro. Sementara pada kategori umum, sepuluh tim terbaik melaju ke babak final yang digelar secara luring di Gedung Siber Pussiberad dengan format King of The Hill (KoTH), yang menguji kemampuan serangan dan pertahanan siber secara real-time.

Hasil akhir menempatkan Tim Institut Persandian Bogor sebagai juara pertama kategori umum, diikuti Tim Siberian di posisi kedua dan Tim Telsec-86 di posisi ketiga. Para pemenang dijadwalkan menerima penghargaan pada puncak peringatan HUT ke-6 Pussiberad pada 21 April 2026 di Markas Pussiberad.

Melalui ajang ini, TNI AD meneguhkan komitmennya dalam membangun ekosistem talenta siber nasional yang tangguh. Di tengah lanskap ancaman global yang semakin kompleks, penguatan kapasitas digital menjadi keniscayaan demi menjaga kedaulatan negara, tidak hanya di darat, laut, dan udara, tetapi juga di ruang siber yang kian menentukan arah masa depan pertahanan Indonesia.(*/Red)

Sumber: Dispenad

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x