x

Ditreskrimum Polda Banten: Tim Gabungan Ungkap Kasus Pembunuhan Siswa SD di BBS III Cilegon

waktu baca 2 menit
Jumat, 2 Jan 2026 20:40 0 47 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap seorang siswa kelas IV sekolah dasar yang terjadi di Kota Cilegon. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh tim gabungan Polda Banten dan Polres Cilegon.

Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini tidak hanya melibatkan personel Resmob Ditreskrimum Polda Banten, tetapi juga personel Satreskrim Polres Cilegon.

“Pengungkapan ini dilakukan oleh gabungan Tim Resmob Jatanras Polda Banten dan Satreskrim Polres Cilegon,” ujar Dian saat dikonfirmasi, Jumat malam, 2 Januari 2026.

Meski demikian, Dian masih enggan membeberkan identitas pelaku yang telah diamankan, termasuk motif di balik pembunuhan sadis tersebut. Ia menyebutkan bahwa keterangan lengkap akan disampaikan dalam konferensi pers resmi.

“Nanti tunggu prescon resmi ya,” singkatnya.

Diketahui, korban yang masih berstatus pelajar sekolah dasar ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan pendarahan hebat di dalam rumahnya, Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap sekitar pukul 14.20 WIB.

Saat itu, ayah korban, Maman Suherman, menerima panggilan telepon dari anak keduanya yang terdengar panik dan meminta pertolongan. Maman yang sedang berada di tempat kerjanya di wilayah Ciwandan langsung meninggalkan pekerjaannya dan bergegas menuju rumah keluarga di Komplek BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon.

Setibanya di rumah dan membuka pintu, Maman mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan sejumlah luka serius akibat senjata tajam. Saksi awal dalam peristiwa tersebut adalah kakak korban.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan pribadi ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis sekitar pukul 15.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka sayatan di bagian leher dan selangkangan, serta belasan luka tusukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga ditusuk sebanyak 19 kali menggunakan senjata tajam.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut dan menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan keterangan resmi kepada publik.(Feb)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x