x

Tak Ada Ada Data Siluman, Begini Cara Dinsos Cilegon Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Jan 2026 20:53 0 18 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Dinas Sosial atau Dinsos Kota Cilegon memastikan penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Terlebih, dinas tersebut melakukan verifikasi data berlapis guna mencegah munculnya data siluman atau penerima bantuan yang tidak memenuhi kriteria.

Kepala Dinsos Kota Cilegon Damanhuri mengatakan, seluruh usulan penerima bantuan dimasukkan melalui sistem e-hibah pada awal tahun. Namun sebelum bantuan dicairkan, data tersebut diverifikasi oleh pendamping lapangan hingga dilakukan pemeriksan inspektorat.

“Ketika data sudah masuk, tetap ada verifikasi oleh para pendamping. Di tahap akhir ada verifikasi dari inspektorat. Jika ditemukan data yang tidak sesuai persyaratan, otomatis dicoret,” kata Damanhuri.

Ia mencontohkan, salah satu syarat penerima bantuan janda lansia adalah berusia minimal 60 tahun. Jika saat di verifikasi usia penerima belum memenuhi syarat, maka data tidak dapat diloloskan.

“Misalnya syarat umt 60 tahun, tapi setelah dicek masih 50 atau 59 tahun, ya tidak masuk, dicoret. Bahkan kalau orangnya sudah meninggal pun akan dihapus dari daftar,” ujarnya.

Selain verifikasi administrasi, Dinsos Kota Cilegon juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan calon penerima masih ada dan benar-benar layak menerima bantuan. Jika terdapat usulan baru, data tersebut akan dimasukkan kembali pada periode pengusulan berikutnya selama program masih berjalan.

Untuk mencegah penerima bantuan ganda, Damanhuri menegaskan bahwa data penerima telah disinkronkan dengan program bantuan lainnya. “Warga yang sudah menerima bantuan tertentu dipastikan tidak menerima bantuan sejenis lainnya. Tujuanya agar ada pemerataan. Karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Terkait waktu penyaluran bantuan, Damanhuri menyebut pencairan menyesuaikan kesiapan APBD. Namun penyaluran biasanya diintegrasikan dengan momentum keagamaan. “Kami sering menyalurkan bantuan bersamaan dengan momen Maulid Nabi atau bulan Muharam, yang dikenal sebagai lebarannya anak yatim,” tuturnya.

Ia pun mengatakan, Dinsos Kota Cilegon juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang merasa belum mendapatkan bantuan atau menemukan ketidaktepatan sasaran. Pengaduan dapat disampaikan langsung ke kantor Dinsos Kota Cilegon atau melalui akun Instagram resmi.

“Kami membuka ruang aduan, bisa datang langsung ke kantor atau melalui akun medsos resmi kami,” jelas Damanhuri.(*/Feby)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x