x

BRIN Gandeng IHP UNESCO Kembangkan Program MARVI

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Mar 2024 22:29 0 35 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) |  Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar memiliki permasalahan dan tantangan air tanah. Hal itu membuat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Komite Nasional Indonesia Program Hidrologi Internasional (IHP) UNESCO dengan mengadakan workshop “Managing Aquifer Recharge and Sustaining Groundwater Use through Village-level Intervention (MARVI)”.

Dikutip dari Humas BRIN pada Sabtu (16/3/2024), Ketua IHP UNESCO, Budi Heru Santoso, menyampaikan bahwa permasalahan air tanah ini disebabkan dari beberapa faktor seperti adanya eksploitasi air tanah, polusi, dan permukaan air tanah yang terus menurun.

“Hingga saat ini, permasalahan air tanah di Indonesia menjadi tantangan besar untuk diselesaikan. Selain permukaan air tanah yang terus menurun, polusi, dan eksploitasi air tanah untuk konsumsi masyarakat menjadi permasalahan yang semakin serius, sehingga perlu segera ditangani,” ujar Budi.

Salah satu peneliti Pusat Penelitian Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) BRIN, Budi, mengatakan bahwa program workshop MARVI diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas sumber daya manusia terkait pemantauan air di Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa bahwa MARVI merupakan program IHP UNESCO terkait pemantauan air tanah di India yang melibatkan partisipatif aktif di tingkat desa.

Sementara, peneliti PRLSDA yang lain, Rachmat Fajar Lubis, menyampaikan jika kegiatan tersebut menjadi peluang bagi BRIN yang berkolaborasi dengan mitra untuk membuat proposal awal yang akan  digunakan untuk menjalankan program, serta mengidentifikasi lokasi percontohan utama pemantauan air tanah serta adanya partisipatif.

Professor ahli di bidang air dan keberlanjutan lingkungan, Basant Maheswari yang menjadi salah satu narasumber workshop menjelaskan proyek MARVI akan menggunakan pendekatan transdisipliner, yakni prinsip pendekatannya untuk memahami dan mengembangkan ilmu pengelolaan air tanah melalui pendekatan tim.

“Dalam proyek ini, kami memiliki peneliti dari berbagai disiplin. Mereka menyumbangkan keahlian di bidang pengelolaan air tanah, namun pada tingkat yang sama mereka bekerja di luar disiplin ilmu mereka sendiri. Kami berupaya memahami kompleksitas keseluruhan proyek, bukan hanya satu bagian saja,” katanya.

Program MARVI memiliki tujuan untuk memastikan pasokan ketersediaan air tanah aman, sehingga bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat. Seperti saat diterapkan di India, MARVI digunakan untuk mengairi aliran irigasi dan memenuhi kebutuhan matapencaharian rakyat India.[RED/**].

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x