x

Mudik 2026 Lebih Tertata, Sinergi KSOP Banten Cs Jaga Arus Penyeberangan Tetap Lancar

waktu baca 2 menit
Rabu, 25 Mar 2026 00:36 0 411 Redaksi

Merak, (Delik Asia) | Kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Laut Jawa–Sumatera dinilai merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. KSOP Kelas I Banten bersama PT ASDP Indonesia Ferry, Polda Banten, dan sejumlah instansi terkait mampu menjaga ritme operasional tetap stabil. Walau sempat terjadi kepadatan dan antrean kapal di Pelabuhan ASDP Merak, situasi tersebut berangsur terkendali sehingga aktivitas penyeberangan tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Kapten Kapal Royce I dari PT Damai Lintas Bahari, Amir Ansori, menuturkan kondisi arus penyeberangan tahun ini relatif lebih terkelola dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut dia, tidak adanya lonjakan tajam pada volume muatan menunjukkan efektivitas kebijakan pembagian arus ke tiga pelabuhan. “Arusnya lebih merata, sehingga tekanan di satu titik bisa dikurangi,” kata Amir, Selasa (24/3/2026).

Penyesuaian operasional terlihat di Pelabuhan Ciwandan. Frekuensi pelayaran dikurangi menjadi rata-rata tiga trip per hari, dari biasanya yang dapat mencapai delapan trip. Kendati demikian, kapasitas angkut tetap dimaksimalkan. Setiap kapal mampu membawa sekitar 1.640 kendaraan roda dua dengan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 3.000 orang.

Amir menjelaskan, pengurangan trip tersebut merupakan dampak dari pengalihan sebagian armada ke Pelabuhan Merak guna mengurai potensi penumpukan pemudik. Strategi ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus selama periode puncak Lebaran.

Dari sisi kesiapan armada, jumlah kapal yang dioperasikan meningkat dari 52 unit menjadi 57 unit. Penambahan ini memperbesar daya angkut, meskipun berimplikasi pada meningkatnya kepadatan di jalur menuju dermaga yang memerlukan pengaturan lebih disiplin.

Selain itu, kapasitas sandar juga diperluas. Jika pada kondisi normal satu dermaga hanya menampung empat kapal, selama masa Lebaran ditingkatkan menjadi lima kapal. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan kapal dan menekan antrean.

Namun demikian, antrean belum sepenuhnya bisa dihindari. Kapal yang datang lebih akhir tetap harus menunggu giliran sandar dengan waktu tunggu yang bergantung pada situasi di lapangan. Secara umum, pengelolaan arus penyeberangan Lebaran 2026 dinilai lebih siap dan adaptif dalam merespons tingginya mobilitas masyarakat.(*/Di2n Bk).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x