x

Indikator Stabilitas Rupiah dan Respons Pasar pada Akhir Februari 2026

waktu baca 1 menit
Minggu, 1 Mar 2026 21:51 0 85 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) |  Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator nilai tukar dan yield SBN (Surat Berharga Negara) sebagai berikut:

Pada akhir hari Kamis, 26 Februari 2026

  1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.750 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun turun ke 6,41%.
  3. DXY[1] melemah ke level 97,79.
  4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun turun ke 4,004%.

Pada pagi hari Jumat, 27 Februari 2026

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.750 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun turun ke 6,40%.

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas dan reliabilitas data, perkembangan aliran modal asing untuk saham dan SBN masing-masing dapat diakses melalui website Bursa Efek Indonesia dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko – Kementerian Keuangan Indonesia. Selanjutnya, untuk terus memperkuat akuntabilitas dan reliabilitas data, maka mulai minggu pertama Maret 2026, siaran pers Perkembangan Indikator Stabilitas Rupiah tidak akan diterbitkan. Informasi terkait data perkembangan transaksi SRBI periode mingguan dapat diakses pada website BI melalui menu Statistik – Indikator atau link berikut.

Sumber: Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif
​​​

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x