x

Produksi Lampaui Target 2026, PHM Optimalkan Sumur HPPO di Lapangan Handil

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Jan 2026 15:45 0 17 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) |  PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mengawali 2026 dengan kinerja produksi yang solid. Perusahaan berhasil meningkatkan produksi minyak sebesar 2.000 barel per hari (bph) dari Lapangan Handil, Kalimantan Timur, memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional.

Tambahan produksi tersebut berasal dari optimalisasi dua sumur High Pour Point Oil (HPPO) yang mencatatkan performa jauh melampaui proyeksi awal dalam Work Program & Budget (WP&B) 2026 sebesar 400 bph. Capaian ini menegaskan kapabilitas PHM dalam mengelola lapangan migas tua (mature field) dengan kompleksitas teknis tinggi di Wilayah Kerja Mahakam.

Sumur HPPO di Lapangan Handil memiliki tantangan spesifik, di mana karakter minyak mudah memadat apabila temperatur pipa turun di bawah titik tuang. Untuk mengatasi risiko gangguan aliran, PHM menerapkan inovasi chemical treatment berupa Pour Point Depressant (PPD).

Penerapan teknologi tersebut terbukti efektif menurunkan titik tuang minyak hingga 21 derajat Celsius, sehingga aliran fluida melalui pipa produksi tetap terjaga dan operasional berjalan optimal meski dihadapkan pada tantangan lingkungan yang signifikan.

Senior Manager Production PHM, Robert Roy Antoni, menegaskan bahwa perusahaan terus menjaga komitmen peningkatan produksi di tengah karakteristik sumur yang kian menantang. Sementara itu, General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan bahwa keberhasilan optimalisasi sumur HPPO mencerminkan kompetensi teknis dan inovasi tim lapangan.

Dengan tambahan produksi dari sumur HPPO dan sejumlah sumur beremulsi lainnya, rata-rata produksi minyak PHM kini mencapai sekitar 25 ribu bph, atau sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan target yang ditetapkan pemerintah.

Kinerja tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata PHM dalam mendukung target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari pada 2029. Ke depan, PHM akan terus memperkuat investasi pada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Upaya tersebut juga dijalankan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), guna memastikan penyediaan energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan bagi Indonesia.(*/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x