
Delik Asia, (Kuala Lumpur, Malaysia) | Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyerukan agar East Asia Summit (EAS) memainkan peran sebagai suara moral kawasan dalam merespons kompleksitas krisis global. Seruan ini disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri EAS ke-15 di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (11/7).

Menlu Sugiono menekankan bahwa kekuatan utama EAS bukan semata terletak pada posisinya sebagai forum strategis negara kawasan dan mitra utama, melainkan pada kapasitasnya menjadi kompas etik dalam tatanan global.
“Ketika dunia semakin terpolarisasi dan konflik terbuka cenderung dinormalisasi, EAS harus tampil sebagai suara moral demi kemanusiaan dan keadilan global,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Menlu Sugiono menyoroti tragedi kemanusiaan di Palestina, termasuk serangan yang menewaskan Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Dr. Marwan Al Sultan dan keluarganya. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap tenaga medis dan fasilitas kemanusiaan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.

“Ini bukan soal keberpihakan, ini soal keberanian membela nilai-nilai universal,” tegasnya.
Indonesia kembali menegaskan pentingnya penyelesaian damai atas dasar Solusi Dua Negara, serta perlunya menjunjung tinggi prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan universal.
Menlu Sugiono juga mendorong penguatan komitmen bersama terhadap Piagam PBB, UNCLOS 1982, serta prinsip-prinsip ASEAN seperti TAC, ZOPFAN, dan Prinsip Bali dalam menjaga stabilitas dan tatanan kawasan yang damai dan inklusif.
Ditekankan pula urgensi kerja sama konkret, termasuk:
Penguatan keamanan maritim,
Transisi energi berkelanjutan,
Integrasi ekonomi kawasan yang selaras dengan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).
Pertemuan EAS tahun ini memiliki makna strategis karena menandai dua dekade keberadaan forum tersebut. Menlu Sugiono melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkuat peran EAS sebagai pilar perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan.
“EAS harus memperkuat rasa saling percaya dan menjadi lokomotif kerja sama di Indo-Pasifik,” ujarnya.
EAS Foreign Ministers Meeting (EAS FMM) dihadiri oleh Menlu dari 18 negara, termasuk AS, Tiongkok, Rusia, Jepang, Korea Selatan, Australia, India, dan Selandia Baru, mencerminkan nilai strategis dan convening power ASEAN dalam merangkul kerja sama lintas kawasan.
Sumber: Kementerian Luar Negeri RI

Tidak ada komentar