x

Dirut ASDP Heru Widodo: Prediksi Puncak Arus Balik 28–29 Maret, Separuh Pemudik Masih di Sumatera

waktu baca 3 menit
Jumat, 27 Mar 2026 11:15 0 2042 Redaksi

Bakauheni, (Delik Asia) |  Gelombang arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, sebagian besar pemudik bahkan belum melakukan perjalanan kembali.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan hingga pukul 14.00 WIB, jumlah kendaraan yang telah menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Jawa tercatat sebanyak 118.297 unit. kamis (26/03).

Jumlah tersebut baru merepresentasikan sekitar 49 persen dari total kendaraan yang diproyeksikan kembali ke Pulau Jawa. Dengan demikian, lebih dari separuh atau sekitar 51 persen pemudik diperkirakan masih berada di Sumatera dan akan bergerak dalam waktu dekat.

“Pergerakan hari ini memang terlihat sedikit lebih landai, namun kami tetap bersiaga karena potensi lonjakan diprediksi masih akan terjadi, terutama pada malam hari serta menjelang akhir pekan,” ujar Heru.

Potensi Lonjakan pada Malam Hari

ASDP memproyeksikan peningkatan trafik kendaraan pada malam hari, seiring masih banyaknya pengguna jasa yang telah memesan tiket, tetapi belum melakukan proses check-in maupun naik ke kapal.

Hingga siang hari, kendaraan yang benar-benar telah melakukan boarding baru tercatat sekitar 118 ribu unit. Sementara itu, data reservasi menunjukkan masih banyak calon penumpang yang dijadwalkan berangkat, namun belum tiba di pelabuhan.

“Kami melihat masih ada gap antara jumlah tiket yang sudah dipesan dengan kendaraan yang sudah check-in. Artinya, pergerakan menuju pelabuhan masih akan terus bertambah,” jelasnya.

Berdasarkan proyeksi sementara, pergerakan kendaraan pada malam hari diperkirakan dapat mencapai sekitar 18 ribu unit. Meski demikian, angka ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui sesuai kondisi lapangan.

Pengaturan Lalu Lintas dan Sistem Delaying

Untuk menjaga kelancaran arus, ASDP tetap memberlakukan sistem delaying di sejumlah titik penyangga atau buffer zone menuju pelabuhan. Skema ini diterapkan guna mengendalikan kepadatan kendaraan agar tidak menumpuk di area pelabuhan.

Petugas disiagakan selama 24 jam dengan pengaturan kerja bergiliran untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali serta sesuai dengan jadwal keberangkatan.

ASDP juga memastikan fleksibilitas tiket bagi pengguna jasa. Tiket penyeberangan tetap berlaku hingga 24 jam, sehingga pemudik yang mengalami keterlambatan masih dapat melakukan perjalanan tanpa harus melakukan pemesanan ulang.

Imbauan Jaga Ketertiban

Di tengah potensi peningkatan volume kendaraan, ASDP mengingatkan pentingnya kedisiplinan pengguna jasa dalam mengikuti aturan antrean dan arahan petugas di lapangan.

Ketertiban dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus penyeberangan serta mencegah terjadinya hambatan yang dapat merugikan pengguna lainnya.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tetap tertib dan mengikuti arahan petugas. Dengan begitu, perjalanan bisa berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar,” kata Heru.

ASDP menegaskan seluruh armada kapal dalam kondisi siap operasi untuk melayani arus balik yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Jika tren pergerakan sesuai prediksi, puncak arus balik susulan diperkirakan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026.(*/Red)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x