x

Diskominfo Cilegon Gelar Forum Perangkat Daerah 2026, Sinkronkan Program Digitalisasi

waktu baca 2 menit
Minggu, 15 Mar 2026 06:12 0 3227 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Pemerintah Kota Cilegon terus memperkuat langkah menuju tata kelola pemerintahan berbasis digital. Upaya itu salah satunya ditandai dengan digelarnya Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Cilegon pada Jumat (13/3).

Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan berbagai program digitalisasi dengan arah kebijakan pembangunan Kota Cilegon ke depan.

Kepala Diskominfo Kota Cilegon, Agus Zulkarnain, menegaskan bahwa forum ini merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam penyusunan rencana kerja perangkat daerah agar selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan Kota Cilegon.

Menurutnya, forum ini menjadi wadah untuk menyatukan gagasan dan memastikan program kerja Diskominfo benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

“Melalui forum ini kita bersama-sama melakukan sinkronisasi dan harmonisasi antara program dan kegiatan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian dengan kebutuhan serta prioritas pembangunan daerah, termasuk berbagai usulan dari perangkat daerah lainnya,” ujar Agus.

Dokumentasi: Momentum Kolaborasi: Foto bersama peserta Forum Perangkat Daerah 2026 Diskominfo Cilegon usai merumuskan sinkronisasi program kerja digitalisasi.

Ia menjelaskan, dalam mendorong transformasi digital di Kota Cilegon, Diskominfo memprioritaskan tiga pilar utama.

Pertama, penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terintegrasi. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat proses birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Kedua, implementasi kebijakan Satu Data Indonesia di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon. Melalui kebijakan ini, setiap perangkat daerah diharapkan mampu mengelola data sektoral secara terpadu, akurat, dan mutakhir sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat.

Ketiga, penguatan aspek keamanan informasi dan persandian. Hal ini menjadi perhatian penting guna melindungi sistem pemerintahan serta data pemerintah daerah dari berbagai potensi ancaman siber.

“Dengan tata kelola keamanan informasi yang semakin kuat, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital pemerintah juga semakin meningkat,” jelasnya.

Agus menambahkan, di tengah derasnya arus transformasi digital, peran sektor komunikasi dan informatika menjadi semakin strategis. Pemerintah dituntut mampu menghadirkan pelayanan publik yang efektif, efisien, sekaligus transparan melalui pemanfaatan teknologi.

“Di era transformasi digital, peran komunikasi dan informatika sangat strategis. Kita dituntut menghadirkan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi, terutama dalam pengelolaan data sektoral dan peningkatan literasi digital masyarakat.

Melalui forum tersebut, Diskominfo berharap dapat melahirkan rumusan program yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Harapannya, forum ini menghasilkan program-program yang mampu mendukung terwujudnya pembangunan Kota Cilegon yang semakin maju dan berdaya saing,” pungkas Agus.(*/Red-Feby)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x