x

Di Beijing, Menteri Basuki Bertemu Presiden WWC, Bahas Hasil World Water Forum ke-10

waktu baca 3 menit
Selasa, 24 Sep 2024 17:53 0 185 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) | Dalam kunjungan kerjanya ke Beijing, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengadakan pertemuan dengan Presiden World Water Council (WWC), Loic Fauchon, pada Senin (23/9/2024). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Basuki mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan Presiden Fauchon dalam pelaksanaan World Water Forum ke-10, yang telah berlangsung dari 18 hingga 25 Mei 2024.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dukungan Presiden Fauchon dalam pelaksanaan forum ini, mulai dari proses persiapan di 2019 hingga penyelenggaraan acara,” ujar Menteri Basuki.

Sebagai tindak lanjut dari forum tersebut, Menteri Basuki menyampaikan bahwa Kementerian PUPR, bersama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), telah membahas penyiapan Hari Danau Sedunia (World Lake Day) sebagai salah satu kesepakatan dalam Bali Forum.

“Kami mengusulkan penetapan Hari Danau Sedunia untuk dibahas dalam Sidang ke-79 Majelis Umum PBB yang akan berlangsung di New York pada 24-28 September 2024. Dari beberapa usulan, tanggal 27 Agustus terpilih sebagai Hari Danau Sedunia, sesuai dengan tanggal dilaksanakannya Konferensi Danau Dunia pertama kali pada tahun 1984,” jelas Menteri Basuki. Ia menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri telah menyusun draft concept note dan draft resolusi yang akan dibahas dalam platform PBB.

Menteri Basuki juga menyebutkan bahwa hasil dari World Water Forum ke-10, Pemerintah Indonesia mengusulkan Pusat Pelatihan Sabo di Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, sebagai center of excellence (CoE) untuk ketahanan air dan iklim di Asia Pasifik, serta mengusulkan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (IWRM) di pulau-pulau kecil. Kedua usulan tersebut direncanakan untuk disampaikan dalam Jubilee Platinum Konferensi Asia Afrika pada April 2025 di Bandung.

Lebih lanjut, Parlemen Indonesia telah mengusulkan pembentukan Kaukus Air untuk mengatasi masalah air baik di Indonesia maupun secara global, yang akan diperkenalkan dalam pertemuan di Markas Besar PBB, New York, pada 16 Juli 2024. Setelah pertemuan tersebut, Kaukus Air diharapkan dapat berlanjut dengan tindakan konkret melalui diplomasi dan penguatan undang-undang tentang air di berbagai negara.

“Akhirnya, kami telah menyelenggarakan Indonesia Water Warriors Assemble di Jakarta, yang diikuti oleh sekitar 300 komunitas, terutama generasi muda. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memobilisasi keterlibatan generasi muda dalam agenda sektor air dan sebagai tindak lanjut Bali Youth Plan. Untuk mendorong peran generasi muda, Pemerintah Indonesia akan memberikan Bali Youth Water Prize pada World Water Forum berikutnya di Riyadh,” ungkap Menteri Basuki.

Menteri Basuki juga menyampaikan kebanggaan Indonesia atas penunjukan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebagai UN Special Envoy on Water atau Utusan Khusus PBB untuk Air. “Ini adalah kesempatan untuk mempercepat penerapan hasil World Water Forum ke-10 serta mendorong agenda SDG dan air sebagai agenda prioritas politik dunia, terutama dengan ditunjuknya Ibu Retno Marsudi. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan WWC dalam pengembangan sektor air di masa depan,” tutup Menteri Basuki.

Dalam pertemuan ini, Menteri Basuki didampingi oleh Duta Besar RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun; Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja; Perekayasa Ahli Utama Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan, Arie Setiadi Moerwanto; Staf Khusus Menteri PUPR Bidang Manajemen Sumber Daya Air, Firdaus Ali; dan Direktur Air Baku dan Air Tanah, Ismail Widadi.[S4F4R_07/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x