x

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pengeroyokan Wartawan dan Humas KLH Saat Sidak Pabrik di Serang

waktu baca 2 menit
Jumat, 22 Agu 2025 09:35 0 97 Redaksi

Delik Asia, (Serang) | Kepolisian Resor Serang bergerak cepat menindak lanjuti kasus pengeroyokan terhadap wartawan dan staf Humas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di area pabrik PT Genesis Regeneration Smelting (GRS), Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. Insiden terjadi pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Dua jam setelah peristiwa kekerasan itu terjadi, tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) yang dipimpin langsung Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam aksi brutal tersebut.

“Saat ini sudah empat pelaku pengeroyokan yang berhasil kami amankan. Dua orang merupakan oknum anggota Brimob, dan dua lainnya sekuriti internal perusahaan,” kata Kapolres Condro dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis malam.

Keempat pelaku berinisial TG, TR, KA, dan BA. TG dan TR diketahui sebagai anggota Brimob yang bertugas di perusahaan tersebut, sementara KA dan BA merupakan petugas sekuriti internal.

Kapolres menyatakan, penanganan terhadap dua oknum Brimob diserahkan ke Polda Banten, sedangkan dua pelaku sekuriti kini ditahan di Mapolres Serang untuk proses hukum lebih lanjut.

“Untuk oknum Brimob penanganannya di Polda Banten. Sedangkan sekuriti kami tahan untuk pengembangan dan pengejaran pelaku lainnya,” ujar Kapolres.

Polisi juga mendalami dugaan keterlibatan oknum organisasi masyarakat (ormas) dan warga sekitar perusahaan dalam aksi kekerasan tersebut. Identitas mereka, kata Kapolres, telah dikantongi dan saat ini tengah dalam proses pengejaran.

Dugaan Pencemaran dan Pelepasan Segel

Insiden pengeroyokan itu terjadi saat rombongan Deputy Gakkum KLH, Irjen Rizal Irawan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT GRS. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti temuan pencemaran lingkungan dan tindakan ilegal perusahaan yang melepas garis police line yang sebelumnya dipasang oleh tim KLH.

“Kedatangan tim KLH adalah untuk menutup kembali operasional perusahaan karena garis segel yang kami pasang telah dilepas,” kata Kapolres Condro.

Pada Februari 2025 lalu, KLH bersama Satreskrim Polres Serang telah melakukan penyegelan terhadap pabrik tersebut, menyusul temuan pencemaran lingkungan yang tak ditanggapi perusahaan sejak peringatan pertama pada 2023.

Lima Korban, Termasuk Wartawan dan Anggota Polri

Kapolres Condro menyebutkan, terdapat lima korban dalam insiden tersebut. Mereka terdiri dari staf Humas KLH, termasuk seorang anggota Polri yang diperbantukan, serta satu wartawan dari media lokal.

“Ada lima korban pengeroyokan. Dua di antaranya adalah personel kepolisian yang bertugas di KLH, dan satu lagi rekan wartawan yang sedang meliput,” ungkap Kapolres.

Polisi menegaskan bahwa seluruh pelaku akan diproses secara hukum tanpa pandang bulu. “Kami pastikan semua yang terlibat akan ditindak tegas,” tandas Kapolres.[Red/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x