x

Kemenekraf Bahas Kolaborasi dengan Spotify untuk Majukan Industri Musik Indonesia

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Feb 2025 23:14 0 346 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) | Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar pertemuan dengan Spotify pada Selasa, 18 Februari 2025, di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas peluang kolaborasi dalam mengembangkan platform digital musik di Indonesia dan mendukung pertumbuhan industri musik tanah air.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan ekonomi kreatif, terutama sektor musik, yang dinilai memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan BAPPENAS, ada tujuh subsektor prioritas yang diprioritaskan, termasuk musik, yang memiliki daya saing global yang tinggi.

“Berdasarkan data BAPPENAS, musik merupakan salah satu subsektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi kreatif. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting, terutama dengan adanya platform seperti Spotify yang telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia dalam menikmati musik,” ujar Riefky.

Selain itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyoroti pentingnya peran Spotify dalam mendukung promosi budaya Indonesia dan memberikan platform bagi musisi indie lokal. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi yang kuat antara semua pihak pemangku kepentingan, khususnya dalam subsektor musik, diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Spotify sudah menjadi platform yang sangat mendukung kreatifitas dalam musik. Kami berharap platform ini dapat lebih terintegrasi dalam program-program yang dilakukan oleh Kemenekraf, seperti lokakarya dan inkubasi untuk musisi lokal,” kata Irene.

Irene juga mengusulkan beberapa program kolaborasi, seperti memberikan akses data tren streaming untuk mendukung kebijakan musisi dan melakukan kurasi musik lokal agar dapat bersaing di pasar internasional.

Perwakilan Spotify, Vineeta Dixit, Director of Government Relations Spotify Asia Pacific Region, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung musisi lokal melalui berbagai inisiatif seperti Spotify Wrapped, RADAR, dan EQUAL, yang bertujuan untuk mendorong karier musisi Indonesia.

“Industri musik Indonesia sangat dinamis, dengan pertumbuhan lebih dari 33 persen kreator lokal pada 2022-2023. Kami melihat genre musik lokal seperti Pop Indonesia dan Indie Indonesia semakin digemari. Spotify telah menjadi platform yang mewadahi kekayaan budaya dan musik Indonesia,” ujar Vineeta.

Vineeta juga menjelaskan bahwa Spotify for Artists memberikan alat bagi musisi untuk menganalisis data audiens mereka, sementara program RADAR membantu musisi baru untuk memperkenalkan karya mereka ke audiens global.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Direktur Musik Mohammad Amin, serta Direktur Konten Digital Yuana Rochma Astuti, yang turut mendiskusikan berbagai langkah untuk mendukung perkembangan industri musik Indonesia melalui platform digital.

Kolaborasi antara Kemenekraf dan Spotify diyakini akan memberikan dampak positif yang besar bagi perkembangan industri musik tanah air, menciptakan peluang baru bagi musisi lokal untuk berkembang dan menembus pasar global.[Safar/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x