
Delik Asia, (Kepri – Karimun) | Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, J. Devy Sudarso, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Karimun, Senin, 15 September 2025. Kunjungan ini bertujuan memantau kinerja kelembagaan, menyampaikan evaluasi, serta memperkuat semangat pelayanan hukum yang humanis dan berkeadilan.

Didampingi jajaran pejabat utama Kejati Kepri, kunjungan dimulai sehari sebelumnya, Minggu (14/9), dengan keberangkatan dari Tanjungpinang menuju Karimun. Rombongan disambut dengan persembahan silat dan pemasangan Tanjak oleh Ketua LAM Karimun—sebagai simbol penghormatan adat atas kedatangan Kajati.
Turut hadir dalam penyambutan: Bupati Karimun Aunur Rafiq, Dandim, unsur Forkopimda, Ketua LAM, dan tokoh masyarakat.


Dalam kegiatan utama, Kajati Kepri melakukan supervisi langsung terhadap capaian kinerja masing-masing seksi, termasuk penyerapan anggaran. Kepala Kejari Karimun, Dr. Denny Wicaksono, melaporkan bahwa serapan anggaran instansi saat ini telah mencapai 85 persen.
“Kami terus berupaya meningkatkan kinerja kelembagaan dan memohon arahan dari pimpinan agar pelayanan publik bisa berjalan optimal,” ujar Denny.
Dalam arahannya, J. Devy Sudarso menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas di tengah dinamika hukum yang terus berubah.

“Setiap langkah dan keputusan kita akan dinilai masyarakat. Karena itu, bekerja harus dengan hati, tanggung jawab, dan hasil nyata,” ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh jajaran untuk menjaga soliditas dan menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa, sembari terus berinovasi dan membangun kepercayaan publik.
Di sela kunjungan, Kajati dan rombongan menyempatkan diri mengunjungi Panti Asuhan Jehovah Jireh Karimun sebagai bagian dari kepedulian sosial institusi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan hingga sore hari dengan kunjungan kerja ke Kantor Cabang Kejari Karimun di Tanjung Batu dan Moro. Kunjungan tersebut bertujuan memberikan supervisi dan evaluasi langsung terhadap pelaksanaan tugas pada dua satuan kerja tersebut.
Kajati menutup arahannya dengan kalimat yang mengundang senyum para peserta apel:“Mari kita minum kopi. Karena otak butuh inspirasi, bukan halusinasi.”[Red/Penkum]

Tidak ada komentar