x

GP Ansor Gerakkan Ekonomi Rakyat Lewat 22.800 Kampung Peternakan Ayam Terpadu

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Okt 2025 21:53 0 49 Redaksi

Delik Asia, (Jakarta) | Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) meluncurkan langkah besar untuk memperkuat ekonomi rakyat desa lewat program Kelompok Usaha Gotong Royong dan pembangunan Kampung Peternakan Ayam Terpadu di 22.800 desa di seluruh Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari Gerakan Ekonomi Rakyat yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi kader dan masyarakat desa, berbasis semangat gotong royong.

Peluncuran nasional akan digelar di Soreang, Kabupaten Bandung, pada 17 Oktober 2025. Sekitar 3.000 kader Ansor dan Banser, kepala desa kader, hingga pengurus koperasi desa dari seluruh Indonesia dijadwalkan hadir.

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin menyebut, inisiatif ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ekonomi desa lewat model usaha kolektif dan semangat kekeluargaan sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUD 1945.

“Kami ingin menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah. Usahanya sederhana, tapi dampaknya besar,” tegas Addin di sela acara Investor Daily Summit 2025 di Jakarta.

Program ini akan melibatkan kader Ansor dalam seluruh rantai ekosistem usaha—dari hulu hingga hilir. Termasuk pelatihan manajemen, digitalisasi, hingga akses permodalan.

Addin menekankan, tujuan utamanya bukan sekadar meningkatkan pendapatan kader, tapi juga berkontribusi pada pemenuhan gizi bangsa serta penguatan ekonomi lokal.

“Efek gandanya luar biasa. Bisa ciptakan lapangan kerja baru dan dorong pertumbuhan ekonomi desa,” tambahnya.

Jawaban atas Tantangan Pangan

Program ini juga menjadi respons terhadap kekhawatiran pemerintah soal potensi kekurangan pasokan ayam dan telur seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebelumnya mengingatkan, kebutuhan ayam terus meningkat, dan harus dibarengi tumbuhnya peternak baru agar pasokan aman.

Jika seluruh Kampung Peternakan Ayam Terpadu berjalan optimal, potensi produksinya bisa mencapai 2,05 juta ton daging ayam per tahun—cukup untuk menopang konsumsi nasional.

“Ini bukan acara seremonial. Ini gerakan nyata untuk kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan berbasis gotong royong,” pungkas Addin.[D1N/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x