x

Disperindag Cilegon Sidak Pasar Kelapa dan Swalayan, Temukan Produk Kedaluwarsa hingga Timbangan Belum Tera

waktu baca 2 menit
Jumat, 13 Mar 2026 19:49 0 73 Redaksi

Cilegon, (Delik asia) |Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kelapa dan sejumlah swalayan di wilayah Blok F, Jumat (13/3/2026). Sidak ini dilakukan untuk memastikan keamanan produk serta ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran.

Sidak dilakukan di empat titik, mulai dari pasar tradisional hingga toko swalayan. Pemeriksaan difokuskan pada masa kedaluwarsa produk, ketersediaan bahan pokok, serta kesesuaian timbangan guna melindungi konsumen.

Kepala Disperindag Kota Cilegon, Didin S. Maulana mengatakan pihaknya melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai produk yang dijual di pasar maupun swalayan.

“Kami mengecek produk-produk yang dijual, apakah ada yang sudah kedaluwarsa atau belum, kemudian memastikan ketersediaan bahan pokok serta memastikan timbangan dan takaran sesuai dengan ketentuan,” ujar Didin.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan produk yoghurt dan susu yang sudah melewati masa kedaluwarsa di salah satu swalayan. Produk tersebut langsung diamankan oleh petugas.

Pengelola swalayan juga diberikan teguran lisan dan akan dilanjutkan dengan teguran tertulis agar lebih rutin melakukan pengecekan produk yang dipajang di etalase.

“Pengelola kami minta terus memonitor produk-produk yang dijual agar barang yang sudah kedaluwarsa tidak lagi dipajang di etalase,” katanya.

Selain itu, Disperindag juga menemukan timbangan di salah satu swalayan yang belum dilakukan tera. Pihak pengelola diminta segera membawa timbangan tersebut ke kantor metrologi untuk dilakukan pengecekan dan penyegelan sesuai aturan.

Dalam sidak tersebut, Disperindag juga memantau harga sejumlah bahan pokok di Pasar Kelapa. Harga telur ayam masih berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram, sementara harga ayam masih relatif normal.

Namun untuk komoditas cabai rawit, harga masih terpantau tinggi. Di Pasar Kelapa harga cabai rawit hampir menyentuh Rp100 ribu per kilogram. Di beberapa pasar lain sekitar Rp80 ribu per kilogram, sedangkan di swalayan mencapai Rp140 ribu per kilogram.

Menurut Didin, tingginya harga cabai dipengaruhi oleh mekanisme pasar karena pasokan yang terbatas sementara permintaan meningkat.

Meski demikian, Disperindag memastikan stok bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, dan telur ayam masih aman hingga Lebaran.

“Insyaallah kebutuhan pokok di Cilegon sampai Lebaran tersedia dan stoknya aman. Untuk bahan pokok utama harganya juga masih stabil,” tutupnya.

(*/FBI)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x