x

Cilegon Bergerak Jadi Kota Inklusif, Fajar Hadi: Akur Sedulur Harus Jadi Spirit

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Okt 2025 23:53 0 85 Redaksi

Delik Asia, (Cilegon) |  Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kota Cilegon sebagai kota yang inklusif bagi semua warganya. Hal itu disampaikan saat menghadiri pementasan inklusif yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VIII bekerja sama dengan Sekolah Khusus Harapan (SKH) YPPLB Al-Kautsar dan Padepokan Duta Seni KS, di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Kamis (30/10).

Fajar mengakui, masih banyak yang perlu dibenahi untuk mewujudkan Cilegon ramah disabilitas. “Cilegon masih memiliki beberapa kekurangan, terutama pada infrastruktur yang belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas. Tapi di balik itu, kita punya banyak kelebihan — ada semangat, prestasi, dan perjuangan luar biasa dari warga Cilegon,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai kebersamaan sesuai dengan moto Akur Sedulur. “Mari kita wujudkan moto itu dalam setiap suasana — di sekolah, di rumah, maupun di tempat kerja. Nilai kebersamaan dan keharmonisan penting untuk terus dijaga,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan BPK Wilayah VIII Fajar Satya Burnama menyampaikan dukungannya terhadap kemajuan seni dan budaya inklusif. “Lewat tema Ekspresi Tubuh Tumbuh, kami ingin anak-anak berkebutuhan khusus bisa tumbuh menjadi pribadi yang kreatif dan percaya diri. Ke depan, kami juga mendorong lebih banyak seniman dan komunitas di Cilegon berkolaborasi dalam memajukan kebudayaan daerah,” katanya.

Fajar Satya juga mengapresiasi langkah Padepokan Duta Seni KS yang aktif menghadirkan semangat inklusi dalam dunia seni. “Saya sangat mengapresiasi Mas Adi karena telah melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dalam kegiatan budaya. Ini contoh nyata bahwa seni bisa menjadi ruang yang terbuka untuk semua kalangan,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari Elisa Aini Hidayati, perwakilan SKH Al-Kautsar. Ia menyebut kegiatan ini menjadi awal kolaborasi yang lebih luas. “Semoga kegiatan ini tidak berhenti di sini, tapi menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus mendukung anak-anak istimewa dengan segala keunikannya,” ucapnya.

Sang koreografer sekaligus pendiri Padepokan Duta Seni KS, Adi, menambahkan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat untuk menciptakan ruang seni yang terbuka bagi semua. “Kami ingin menghadirkan ruang seni inklusif — ruang yang memberikan kesempatan bagi setiap anak tanpa memandang keterbatasan. Karya ini adalah hasil perjalanan dua bulan bersama siswa-siswi istimewa SKH Al-Kautsar Cilegon, dibimbing oleh guru dan tim Duta Seni KS,” jelasnya.[Febi/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x