x

Cahaya indah di ufuk barat: Desa Sawarna Optimistis Juara di Wonderful Indonesia Awards 2025

waktu baca 2 menit
Sabtu, 8 Nov 2025 14:42 0 48 Redaksi

Lebak, (DelikAsia) | Desa Sawarna, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional. Desa yang dikenal dengan ikon Karang Tanjung Layar ini berhasil menembus 15 besar terbaik ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Capaian ini melanjutkan momentum positif setelah Sawarna meraih Juara 1 Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2024 kategori Desa Berkembang yang digelar Kementerian Desa PDTT, serta penghargaan Juara 2 Nasional kategori BUMDes Inovatif.

Kepala Desa Sawarna, Iwa Sungkawa, menyampaikan optimisme bahwa prestasi tersebut menjadi bukti keberlanjutan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat.

“Kunci keberhasilan Sawarna ada pada masyarakatnya. Sekitar 99 persen pelaku pariwisata di sini adalah warga lokal yang langsung mengelola berbagai kegiatan ekonomi wisata,” ujar Iwa di sela kegiatan Musprov SMSI Banten 2025–2029, Jumat (7/11).

Menurut Iwa, partisipasi aktif masyarakat menjadi modal utama yang membedakan Sawarna dari destinasi lain. Dengan semangat gotong royong, masyarakat mampu mengelola potensi alam menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Potensi Ekonomi Wisata yang Terus Tumbuh

Sawarna terus menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara, terutama pecinta olahraga selancar (surfing). Setiap pertengahan tahun, desa ini menjadi tujuan peselancar dari berbagai negara berkat ombak kelas dunia yang dimilikinya. Selain itu, formasi karang ikonik Tanjung Layar dan pantai pasir putih yang bersih menjadi magnet utama bagi wisatawan umum maupun fotografer alam.

“Harapan kami, Sawarna terus dikenal secara luas — baik di dalam maupun luar negeri — sebagai contoh sukses desa wisata yang tumbuh dari masyarakatnya sendiri,” lanjut Iwa.

Tantangan Infrastruktur dan Arah Pengembangan

Meski potensinya besar, tantangan utama masih terletak pada akses jalan menuju kawasan wisata, terutama di jalur Simpang Siawi dan Simpang Sibayak yang memiliki tanjakan curam. Iwa berharap pemerintah daerah dapat mempercepat peningkatan infrastruktur agar wisatawan mendapatkan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik.

Ke depan, pemerintah desa bersama BUMDes Sawarna juga tengah menyiapkan agenda rutin event surfing berskala nasional guna memperkuat posisi Sawarna sebagai destinasi wisata selancar unggulan di Indonesia bagian barat.

“Kami ingin Sawarna tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi kreatif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutup Iwa.

Dengan pencapaian di Wonderful Indonesia Awards 2025, Sawarna menunjukkan bahwa pariwisata berbasis masyarakat bukan hanya mampu menjaga kelestarian budaya dan alam, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang berdaya saing nasional.

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten berkomitmen mendukung promosi potensi wisata di wilayah selatan Banten, khususnya Pantai Sawarna di Kecamatan Bayah, agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.[Feby]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x