
Caption: Suasana gotong royong pekerja, unsur Muspika, dan FSPPB dalam kegiatan Aksi Hijau May Day yang digelar PT Pertamina EP Bunyu Field di Kalimantan Utara. Jakarta, (Delik Asia) | Manajemen PT PT Pertamina EP Bunyu Field bersama Federasi Serikat Pekerja Pertambangan dan Gas Bumi Bersatu (FSPPB) menginisiasi gerakan kepedulian lingkungan bertajuk Aksi Hijau May Day sebagai wujud konkret sinergi antara dunia industri, pekerja, dan masyarakat dalam memperkuat agenda keberlanjutan lingkungan. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Bunyu Barat, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Jumat lalu (15/05) menjadi refleksi bahwa peringatan Hari Buruh tidak semata dimaknai sebagai momentum perjuangan ketenagakerjaan, tetapi juga ruang kolaboratif untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pelestarian ekosistem.

Aksi sosial tersebut melibatkan sedikitnya 180 peserta yang terdiri atas pekerja internal PEP Bunyu Field, unsur Muspika Kecamatan Bunyu, serta jajaran pengurus FSPPB. Seluruh peserta bergotong royong melaksanakan penanaman bibit pohon di kawasan perkantoran dan melakukan aksi pembersihan sampah plastik di sepanjang koridor jalan umum sekitar wilayah operasional perusahaan. Kegiatan ini mencerminkan penguatan budaya kolektif dalam membangun kesadaran ekologis sekaligus menumbuhkan tanggung jawab sosial lintas sektor terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

Pekerja dan manajemen PT Pertamina EP Bunyu Field mengikuti aksi penghijauan dan pembersihan sampah plastik dalam kegiatan Aksi Hijau May Day di Bunyu Barat, Jumat (15/5/2026).
Senior Manager PEP Bunyu Field, Ruri Heriandi, menegaskan bahwa pelaksanaan Aksi Hijau May Day merupakan bagian dari komitmen strategis perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif bersama para pemangku kepentingan. Menurutnya, momentum Hari Buruh tahun ini sengaja diarahkan untuk melahirkan aksi nyata yang tidak hanya berdampak pada aspek sosial, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi karbon, pemulihan kualitas lingkungan, dan pelestarian sumber daya alam bagi generasi mendatang.
Ruri memandang bahwa peringatan May Day idealnya menjadi ruang refleksi bersama yang memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan, pekerja, dan masyarakat. Kehadiran industri, kata dia, harus mampu menghadirkan manfaat langsung yang berkelanjutan, baik terhadap kelestarian lingkungan maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi. Karena itu, manajemen perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara produktivitas industri dan keberlangsungan ekologi melalui langkah-langkah sederhana yang dijalankan secara konsisten.

Sebelum pelaksanaan aksi lapangan, kegiatan terlebih dahulu diawali dengan sesi edukasi mengenai tata cara penanaman pohon yang baik serta pengelolaan sampah plastik yang efektif. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Officer Environment PEP Bunyu Field, Nurhadi Muslim, sebagai bagian dari upaya perusahaan membangun kesadaran ekologis jangka panjang di tengah masyarakat dan lingkungan kerja.

Peserta mengikuti aksi penanaman pohon dan pembersihan lingkungan dalam kegiatan Aksi Hijau May Day yang digelar PT Pertamina EP Bunyu Field di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Melalui edukasi tersebut, perusahaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target kebersihan lingkungan secara simbolik, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun budaya hidup ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Ruri menambahkan bahwa lingkungan yang sehat dan hubungan sosial yang harmonis menjadi faktor fundamental dalam mendukung stabilitas operasional industri minyak dan gas bumi. Stabilitas produksi migas tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi sebagaimana tertuang dalam agenda pembangunan nasional.
Sebagai bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan di bawah naungan PT Pertamina Hulu Indonesia, PEP Bunyu Field secara konsisten menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bawah pengawasan kerja sama dengan SKK Migas. Program-program tersebut mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, pembangunan infrastruktur, hingga aksi tanggap bencana sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).(*/FBY/RED)

Tidak ada komentar