
Lampung Tengah, (Delik Asia) | Semangat kolektif warga Dusun 5 Kampung Sidomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, menemukan bentuk paling konkret dalam kerja gotong royong pengecoran jalan kampung, Minggu pagi (19/4/2026). Di tengah denyut aktivitas warga, kebersamaan tidak sekadar menjadi slogan, melainkan praktik sosial yang hidup dan mengakar.

Di antara derap kerja itu, hadir sosok Bhabinkamtibmas Polsek Punggur, Aipda Suyatno, yang memilih melebur bersama warga. Ia tidak hanya memantau jalannya kegiatan, tetapi turut ambil bagian secara langsung—mendorong angkong berisi material cor, menyatukan peran aparat dan masyarakat dalam satu irama kerja yang setara.
Kehadiran aparat di ruang-ruang partisipatif semacam ini menghadirkan makna baru tentang kedekatan institusi negara dengan masyarakat. Bukan sekadar simbol pengawasan, melainkan representasi keterlibatan aktif dalam mendorong pembangunan dari tingkat paling dasar.
Selain terlibat secara fisik, Bhabinkamtibmas juga memberikan dorongan moral kepada warga, sembari memastikan seluruh proses berjalan dalam koridor keamanan dan ketertiban. Pendekatan humanis ini menjadi refleksi dari pergeseran paradigma Polri yang semakin menekankan aspek pelayanan dan pengayoman.


Mewakili Kapolres Lampung Tengah Charles Pandapotan Tampubolon, Kapolsek Punggur Putu Hartha Jaya Utama menegaskan bahwa keterlibatan personel dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian integral dari komitmen Polri dalam membangun kedekatan sosial.
“Polri tidak hanya hadir dalam fungsi penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Keterlibatan langsung anggota di lapangan adalah wujud kepedulian sekaligus dukungan terhadap pembangunan desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, interaksi yang terbangun melalui kerja bersama semacam ini diharapkan mampu memperkuat simpul-simpul kepercayaan antara masyarakat dan aparat, sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban dapat terjaga secara berkelanjutan.
Dalam lanskap kebersamaan tersebut, pembangunan jalan kampung bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kohesi sosial—bahwa dari kerja bersama, tumbuh harapan akan peningkatan akses, mobilitas, dan kesejahteraan warga di masa mendatang.

Tidak ada komentar