x

Menuju Pertumbuhan 8 Persen, Universitas Pertamina Tekankan Peran Strategis Ekonomi Digital

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Apr 2026 23:59 0 16 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) |  Di tengah lanskap global yang diliputi ketidakpastian, ekonomi digital kian mengemuka sebagai lokomotif baru pertumbuhan nasional. Target ambisius pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pun tidak terlepas dari percepatan transformasi digital yang merambah lintas sektor strategis.

Isu ini mengemuka dalam Kuliah Umum Cipta Karsa yang diselenggarakan Universitas Pertamina bertajuk Pengembangan Ekonomi Digital di Indonesia pada 14 April 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hibrida—luring di Gedung Griya Legita dan daring melalui Zoom—menghimpun sekitar 180 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

Forum akademik tersebut menghadirkan Theodore Sutarto, Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, sebagai pembicara utama. Diskusi dipandu oleh Nanda R. Nurdianto, yang mengarahkan dialog pada irisan antara kebijakan publik dan dinamika industri digital.

Dalam pemaparannya, Theodore menegaskan bahwa akselerasi ekonomi digital menuntut strategi yang presisi dan kebijakan yang responsif terhadap perubahan global. Menurutnya, orkestrasi antara pemerintah, pelaku industri, dan kalangan akademik menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem digital yang inklusif sekaligus berkelanjutan.

“Target pertumbuhan 8 persen hanya dapat dicapai melalui strategi yang terukur dan program yang terfokus, terutama di tengah tekanan global yang dinamis,” ujarnya.

Ia juga menyoroti luasnya spektrum peluang yang dihadirkan ekonomi digital, mulai dari sektor keuangan, perdagangan, hingga energi. Kondisi ini, lanjutnya, menuntut kesiapan sumber daya manusia dengan kompetensi lintas disiplin serta pemahaman mendalam terhadap arah kebijakan publik.

Kuliah umum ini tidak sekadar menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga jembatan antara teori akademik dan praktik kebijakan di tingkat nasional. Mahasiswa diajak menelaah bagaimana regulasi dan inovasi saling berkelindan dalam membentuk lanskap ekonomi digital Indonesia.

Salah satu peserta mengaku memperoleh perspektif baru mengenai relevansi kebijakan ekonomi digital terhadap masa depan karier. “Diskusi ini memberi gambaran konkret tentang peluang yang terbuka di era digital,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pertamina menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya mentransmisikan ilmu, tetapi juga menyiapkan generasi muda menghadapi transformasi ekonomi berbasis teknologi. Upaya ini sekaligus memperkuat literasi digital serta daya adaptif mahasiswa terhadap perubahan industri.

Sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), kuliah umum ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam membangun ekosistem industri yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing di era digital.(*/Red/UPER)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x