x

Pertamina Hulu Sabet Penghargaan CSR Nasional: Dari Tali Kapal Bekas hingga Pelestarian Pesut

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Okt 2025 20:39 0 63 Redaksi

Delik Asia, (Jakarta) | Dua anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), yakni PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang CSR & Pembangunan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2025, keduanya membawa pulang penghargaan atas program tanggung jawab sosial yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat desa.

Diselenggarakan oleh Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT), penganugerahan berlangsung di Jakarta, Selasa, 30 September 2025.

PHSS meraih Gold Award lewat program Balanipa: We Cycle, sementara PHM menggondol Silver Award melalui inisiatif Konservasi Endemik Pesut Mahakam atau Komik Pesut Mahakam. Kedua program ini menjadi bukti konsistensi PHI dalam mendukung agenda pembangunan desa sekaligus memperkuat implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di sektor energi.

Inovasi Sosial dari Hulu Migas

Manager Communication, Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menyatakan penghargaan ini mencerminkan upaya serius perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap lini program CSR.

“Kami percaya inisiatif sosial yang inovatif, inklusif, dan berdampak menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Dony.

Program Balanipa: We Cycle, misalnya, menyulap tali kapal bekas menjadi produk bernilai ekonomi melalui teknologi Balanipa Rope Technology (Barotech). Dikembangkan bersama Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Muara Badak, Kutai Kartanegara, program ini menciptakan peluang ekonomi baru, terutama bagi perempuan, sekaligus mendukung SDGs terkait kesetaraan gender, ekonomi inklusif, dan konsumsi-produksi berkelanjutan.

Adapun Komik Pesut Mahakam menyoroti konservasi pesut Mahakam, mamalia air tawar endemik yang kini terancam punah. Melalui edukasi, pelatihan, dan pengembangan wisata berbasis lingkungan di Desa Pela, program ini berkontribusi pada pelestarian spesies langka sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Program ini juga mendapat pengakuan luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Membangun Desa, Membangun Indonesia

Acara penghargaan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Mendes PDT Yandri Susanto, dan Wamendes PDT Ahmad Riza Patria. Dalam pidatonya, Mendes Yandri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun desa.

“Kalau kita membangun desa, sejatinya kita membangun Indonesia. Mari bergandengan tangan membangun desa-desa kita,” tegasnya.

ESG dan Arah Masa Depan Energi

Penghargaan ini juga menegaskan transformasi Pertamina dalam menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) secara konsisten di sektor hulu migas. Sejalan dengan arah kebijakan PT Pertamina (Persero), PHI terus mendorong operasi migas rendah karbon demi mendukung target net zero emission 2060 atau lebih cepat.

“Keberlanjutan produksi migas ke depan ditentukan oleh konsistensi penerapan prinsip ESG dalam seluruh kegiatan operasi dan bisnis perusahaan,” tambah Dony.

PHI menegaskan bahwa kontribusi sektor energi tidak hanya diukur dari volume produksi, tetapi juga dari sejauh mana ia membawa manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Energi untuk Negeri, Dampak untuk Bumi

Melalui program-program CSR yang adaptif dan berbasis komunitas, PHM dan PHSS tak hanya menciptakan inovasi sosial, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai pelaku industri migas yang bertanggung jawab. Dari tali kapal bekas yang jadi peluang usaha, hingga pelestarian satwa langka sungai Mahakam, jejak kontribusi sosial PHI kian nyata.

Energi untuk negeri—dan manfaat berkelanjutan untuk masyarakat.[Red/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x