x

Pokmas Kubangsari Gelar Peletakan Batu Pertama Renovasi Rutilahu

waktu baca 2 menit
Minggu, 26 Okt 2025 13:20 0 64 Redaksi

Delik Asia, (Cilegon)| Dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di tingkat kelurahan, Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kubangsari melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Lingkungan Penauan RT 02/RW 01, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Kegiatan yang termasuk dalam program Sarana dan Prasarana Lingkungan Warga (Salira) dari Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKel) tahun anggaran 2025 ini diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Plt Lurah Kubangsari, Ketua Pokmas, tokoh masyarakat, serta para ketua RT dan RW setempat.

“Alhamdulillah hari ini kami mendampingi Pokmas Kubangsari dalam kegiatan peletakan batu pertama renovasi Rutilahu milik Ibu Amah di Lingkungan Penauan RT 02/RW 01. Semoga program Salira ini benar-benar membawa manfaat bagi warga penerimanya,” ujar Plt Lurah Kubangsari, Siti Badi’ah, kepada media.

Siti Badi’ah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon atas komitmen dalam merealisasikan program Salira yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di akar rumput.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon yang telah merealisasikan program Salira. Walaupun tahun ini hanya satu termin, insya Allah tahun depan program ini bisa kembali berjalan normal dan lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Fadlilah, Ketua Pokmas Kubangsari, menjelaskan bahwa meskipun program Salira tahun ini mengalami penyesuaian anggaran, pihaknya tetap berupaya maksimal untuk mengoptimalkan pelaksanaan di berbagai titik kegiatan.
“Alhamdulillah, dengan anggaran yang ada kami masih bisa melaksanakan enam kegiatan sekaligus,” ujarnya.

Adapun enam kegiatan tersebut meliputi:

  1. Renovasi Rutilahu di Lingkungan Penauan.
  2. Penerangan jalan lingkungan di Lingkungan Kebanjiran.
  3. Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Lingkungan Pagebangan.
  4. Renovasi Rutilahu di Lingkungan Kubang Welut.
  5. Program jambanisasi di Lingkungan Kubang Welut.
  6. Pemasangan paving blok di Lingkungan Kebanjiran.

Fadlilah berharap, melalui pelaksanaan program Salira ini, pembangunan yang dilakukan benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan Salira yang dijalankan Pokmas ini bisa memberikan dampak positif dan membantu warga yang membutuhkan,” tutupnya.[Irl/FBi]

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x