x

KRI Diponegoro-365 Ikuti Kegiatan Kekonsuleran Di KBRI Beirut Lebanon, Antisipasi Ancaman Di Kawasan Rawan

waktu baca 3 menit
Kamis, 21 Mar 2024 02:50 0 490 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) | Guna mengantisipasi kemungkinan ancaman di kawasan yang cukup rawan, KRI Diponegoro-365 (KRI DPN-365) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI XXVIII-O/UNIFIL mengikuti kegiatan kekonsuleran yang diadakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut, Lebanon pada Minggu (17/03) kemarin.

Kegiatan ini dipimpin dan dibuka langsung oleh Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon di Beirut, H.E. Dr. H. Hajriyanto Y. Thohari, M.A. Adapun beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah tentang Sosialisasi Kekonsuleran dan Perlindungan WNI oleh Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler, dilanjutkan dengan paparan Perkembangan Situasi Keamanan Lebanon terkini oleh Pelaksana Fungsi Politik.

Dalam rangkaian bulan Ramadan, kegiatan ini pun ditutup dengan acara buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan sholat wajib dan sunah Tarawih berjamaah.

Komandan KRI DPN-365 sekaligus Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII/O UNIFIL, Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu, S.E., D.W.C., menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting mengingat situasi Lebanon yang masih cukup rawan, sehingga perlu adanya sosialisasi dan pertukaran informasi dari kedua belah pihak baik sipil maupun militer dalam rangka pengambilan keputusan yang terbaik apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Keikutsertaan KRI DPN-365 dalam kegiatan ini adalah guna mewujudkan visi Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto yaitu TNI “PRIMA” yang salah satunya adalah Integratif dimana TNI harus dapat berintegrasi dan bersinergi dengan Kementerian/Lembaga dan komponen bangsa lainnya di daerah operasi sehingga misi dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit Jalasena yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman yang kemungkinan terjadi di wilayah internasional.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.Guna mengantisipasi kemungkinan ancaman di kawasan yang cukup rawan, KRI Diponegoro-365 (KRI DPN-365) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI XXVIII-O/UNIFIL mengikuti kegiatan kekonsuleran yang diadakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut, Lebanon pada Minggu (17/03) kemarin.

Kegiatan ini dipimpin dan dibuka langsung oleh Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon di Beirut, H.E. Dr. H. Hajriyanto Y. Thohari, M.A. Adapun beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah tentang Sosialisasi Kekonsuleran dan Perlindungan WNI oleh Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler, dilanjutkan dengan paparan Perkembangan Situasi Keamanan Lebanon terkini oleh Pelaksana Fungsi Politik.

Dalam rangkaian bulan Ramadan, kegiatan ini pun ditutup dengan acara buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan sholat wajib dan sunah Tarawih berjamaah.

Komandan KRI DPN-365 sekaligus Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII/O UNIFIL, Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu, S.E., D.W.C., menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting mengingat situasi Lebanon yang masih cukup rawan, sehingga perlu adanya sosialisasi dan pertukaran informasi dari kedua belah pihak baik sipil maupun militer dalam rangka pengambilan keputusan yang terbaik apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Keikutsertaan KRI DPN-365 dalam kegiatan ini adalah guna mewujudkan visi Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto yaitu TNI “PRIMA” yang salah satunya adalah Integratif dimana TNI harus dapat berintegrasi dan bersinergi dengan Kementerian/Lembaga dan komponen bangsa lainnya di daerah operasi sehingga misi dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit Jalasena yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman yang kemungkinan terjadi di wilayah internasional.[***]

 

 

Pewarta: S4f4R

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x