
DelikAsia.com, (Jakarta) | Kementerian Sosial (Kemensos) RI menggelar dialog dengan 398 pilar sosial di Pendopo Si Panji, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu (01/02/2025). Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turut hadir dalam kegiatan ini, yang bertujuan untuk menyelaraskan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam mengurangi angka kemiskinan melalui penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“DTSEN merupakan sistem data tunggal pertama yang mengintegrasikan informasi kesejahteraan sosial dari berbagai kementerian dan lembaga, serta hasil pemadanan Badan Pusat Statistik (BPS),” jelas Gus Ipul dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa sistem ini akan memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran dengan data yang akurat, dinamis, dan real-time.
Melalui DTSEN, penerima bantuan akan terus terverifikasi sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi mereka, memastikan hanya mereka yang benar-benar membutuhkan yang menerima bantuan. Selain itu, pemutakhiran data dalam sistem ini akan dilakukan setiap hari, dengan dua mekanisme: jalur resmi melalui pengajuan dari RT/RW atau pendamping sosial, dan jalur partisipasi di mana masyarakat bisa mengusulkan atau menyanggah data yang tidak sesuai.
“Semua harus satu pintu, yaitu DTSEN, yang berlaku dari pusat hingga daerah sesuai arahan Presiden,” ungkap Gus Ipul.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya mempercepat penurunan angka kemiskinan, yang saat ini telah turun dari 9,03% menjadi 8,57%. Ia menambahkan bahwa untuk mempertahankan tren positif ini, perlu intervensi yang lebih terarah, khususnya terhadap 12 kelompok Pemerlu Atensi Sosial (PAS).
Menteri Sosial juga menekankan pentingnya pemberdayaan penerima bantuan agar mereka tidak terus bergantung pada bantuan sosial. Bagi penerima manfaat usia produktif, bantuan tidak akan diberikan lebih dari lima tahun, kecuali untuk kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Pendamping sosial, khususnya dari SDM PKH, diminta untuk mendorong penerima manfaat untuk “lulus” dari bantuan setelah lima tahun, dengan rekomendasi program pemberdayaan dari kementerian atau lembaga lain. Selain itu, Gus Ipul meminta pendamping sosial untuk menentukan jenis bantuan yang paling sesuai bagi penerima manfaat, apakah melalui Linjamsos (Perlindungan Jaminan Sosial), Rehsos (Rehabilitasi Sosial), atau Dayasos (Pemberdayaan Sosial).
Pj Bupati Banyumas, Iwannudin Iskandar, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program Kemensos dalam upaya pengentasan kemiskinan. Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Banyumas telah melaksanakan berbagai intervensi melalui pilar-pilar sosial di wilayahnya.
Sebagai bukti komitmen, Gus Ipul mengungkapkan bahwa total bantuan sosial yang telah digelontorkan untuk Kabupaten Banyumas mencapai Rp 251,023 miliar. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pilar sosial, Gus Ipul optimis angka kemiskinan dapat terus ditekan.
“Saya ingin agar tanggung jawab kita semua meningkat, sehingga kita dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Gus Ipul, menutup pertemuan tersebut.[Bram/**]

Tidak ada komentar