x

Awal Agustus, Angin Kencang di Bogor dan Gelombang Pasang di Bali Telan Korban

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Agu 2025 16:01 0 235 Redaksi

Delik Asia, (Jakarta) |  Memasuki pekan pertama Agustus, sejumlah bencana alam melanda wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua kejadian besar hingga Kamis, 7 Agustus 2025, pukul 07.00 WIB: angin kencang di Kabupaten Bogor dan gelombang pasang di Kota Denpasar, Bali.

Fenomena angin kencang pertama kali terjadi di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 5 Agustus 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. Dua desa terdampak — Desa Sirnajaya dan Sukaharja — mengalami kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Dari hasil kaji cepat BNPB, delapan rumah dilaporkan rusak: satu unit rusak berat, satu rusak sedang, dan enam lainnya rusak ringan. Sebanyak 32 warga terdampak langsung oleh kejadian ini.

Angin kencang juga melanda Kecamatan Parung, Bogor. Tiga desa—Iwul, Bojong Sempu, dan Pamegarsari—terkena dampaknya. Di lokasi ini, 11 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, dengan rincian dua unit rusak sedang dan sembilan unit rusak ringan.

Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Kabupaten Bogor, Satpol PP, aparat desa, dan masyarakat, langsung turun ke lapangan. Penanganan darurat dilakukan melalui distribusi logistik serta perbaikan atap rumah secara gotong royong.

Sementara itu, di Bali, gelombang pasang dan abrasi menghantam kawasan pesisir Denpasar Selatan, tepatnya di Desa Sanur Kaja. Kejadian ini juga berlangsung pada Selasa (5/8). Selain mengakibatkan kerusakan material, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan 12 lainnya mengalami luka-luka. Satu kapal cepat (fast boat) turut terbalik akibat gelombang tinggi.

Penanganan darurat melibatkan tim gabungan dari BPBD Kota Denpasar dan Provinsi Bali, Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI-Polri, Damakesmas, hingga Balawisata dan unsur masyarakat.

BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Masyarakat di daerah rawan angin kencang diminta memeriksa kondisi atap rumah dan memangkas pohon yang rapuh. Selain itu, pemantauan informasi cuaca dari lembaga resmi juga menjadi langkah penting dalam kesiapsiagaan bencana.[Red/Safitri]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x