x

Guru Tak Boleh Berhenti Belajar! 112 Pendidik Ciwandan Dapat Suntikan Ilmu dari Relawan RuBI

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Agu 2026 05:50 0 26 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Semangat meningkatkan kualitas pendidikan menggema di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Sebanyak 112 pendidik, terdiri dari 20 kepala sekolah dan 92 guru, mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah yang digelar Komunitas Ruang Berbagi Ilmu (RuBI) Cilegon di SDN Karang Setra, Kecamatan Ciwandan, Jumat-Sabtu (28-29/8/2026).

Bukan sekadar pelatihan, kegiatan selama dua hari tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan praktik pendidikan antara para pendidik Ciwandan dengan 22 relawan RuBI dari berbagai daerah di Indonesia.

Workshop ini diarahkan untuk mendorong lahirnya pendidik yang lebih kreatif, adaptif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Tengku Herryansyah Putra, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi pendidik merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

“Sebagai komitmen terhadap mutu pendidikan, program ini berfokus pada peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui transfer wawasan praktis, metode mengajar yang kreatif, serta akselerasi inovasi di ruang kelas secara berkesinambungan,” ujarnya.

Herry menegaskan, pengembangan kapasitas guru dan tenaga kependidikan tidak dapat berhenti pada kegiatan formal semata. Para pendidik dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi seiring perubahan kebutuhan peserta didik dan perkembangan dunia pendidikan.

Ia pun mengapresiasi kolaborasi yang dibangun RuBI bersama para pendidik di Ciwandan karena dinilai dapat memperkaya wawasan sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, Camat Ciwandan Agus Ariyadi menilai kualitas pendidikan tidak semestinya hanya dilihat dari capaian akademik atau nilai yang diperoleh siswa.

Menurutnya, sekolah juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, budaya literasi, keterampilan, serta kemampuan peserta didik dalam mengenali dan mengembangkan potensi dirinya.

“Pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada capaian nilai di atas kertas. Melalui edukasi berbasis karakter dan keterampilan, kita ingin memastikan setiap anak di Ciwandan tumbuh dengan fondasi moral yang kokoh, memiliki budaya literasi yang kuat, serta mampu mengenali dan mengembangkan potensi terbaiknya,” ungkap Agus.

Ia menambahkan, kepala sekolah dan guru menjadi aktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik.

“Kepala sekolah dan guru adalah garda terdepan dalam mewujudkan ekosistem sekolah yang adaptif dan inklusif,” tegasnya.

Antusiasme juga terlihat dari para peserta workshop. Ketua Panitia Lokal RuBI, Purwanti, mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para guru dan kepala sekolah di Kecamatan Ciwandan.

“Workshop peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah Kota Cilegon resmi digelar di RuBI Cilegon, Jumat (28/8). Jumlah total peserta mencapai 112 orang, terdiri dari 20 kepala sekolah dan 92 guru,” jelasnya.

Selama dua hari, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai tantangan pembelajaran yang dihadapi di sekolah.

Salah satu Relawan RuBI, Asta Dewanti, mengaku terkesan dengan sambutan para pendidik di Ciwandan.

“Kami senang dapat menginjakkan kaki di Cilegon, bertemu bapak dan ibu guru juga kepala sekolah di Kecamatan Ciwandan. Kebersamaan yang sangat menyenangkan ini memberikan kami energi baru,” tuturnya.

Asta menjelaskan, workshop tersebut membawa tiga materi utama yang dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, yakni implementasi pendekatan pembelajaran mendalam, pendidikan karakter positif murid, serta kepemimpinan kepala sekolah.

Ketiga materi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan baru bagi peserta, tetapi dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, RuBI Cilegon bersama para pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan di Ciwandan berupaya membangun semangat yang sama: sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai, tetapi ruang untuk menumbuhkan karakter, kreativitas, keterampilan, dan potensi terbaik setiap anak.

Dengan kolaborasi dan semangat belajar yang berkelanjutan, 112 pendidik Ciwandan diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan menuju ekosistem pendidikan yang semakin adaptif, inklusif, kreatif, dan inovatif.(*/FBY)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x