x

Wagub Papua Tengah: Kehadiran Menkop di Kampung Atuka Bukti Nyata Perhatian Negara

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Apr 2026 08:12 0 49 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Langit Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kamis, 9 April 2026, menjadi saksi sebuah langkah kecil dengan makna besar. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)—sebuah inisiatif yang diharapkan menjadi simpul baru penguatan ekonomi rakyat di pesisir Papua Tengah.

Peresmian ini bukan sekadar seremoni. Ia menandai upaya pemerintah memperluas jangkauan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini berada di pinggir peta ekonomi nasional. Di Atuka, koperasi dihadirkan bukan hanya sebagai lembaga usaha, melainkan sebagai alat konsolidasi kekuatan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang membangun fasilitas koperasi secara mandiri melalui anggaran daerah. Menurut dia, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan dapat tumbuh dari kesadaran lokal, bukan semata dorongan pusat.

Kehadiran Ferry di Atuka, kata dia, merupakan representasi kehadiran negara. Ia juga menitipkan salam Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Papua Tengah—sebuah pesan simbolik tentang perhatian pemerintah terhadap wilayah terluar.

Pemerintah, lanjut Ferry, berupaya memastikan koperasi tidak berhenti pada tahap peresmian. Ke depan, pembiayaan tidak lagi bergantung pada APBD. Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) akan memberikan pendampingan manajerial sekaligus membuka akses permodalan bagi koperasi.

Di luar aspek pembiayaan, perhatian juga diarahkan pada rantai distribusi. Ferry mendorong percepatan pembangunan pusat distribusi yang dikelola badan usaha milik daerah (BUMD), guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di wilayah terpencil.

Pada saat yang sama, kementerian berencana memfasilitasi perizinan stasiun pengisian bahan bakar solar khusus nelayan. Langkah ini dipandang penting untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan lokal.

“Koperasi ini bukan milik pemerintah pusat, melainkan milik masyarakat Papua, khususnya warga Atuka. Tugas kami memastikan ia tumbuh dan memberi kesejahteraan,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, Mimika dan Papua Tengah berpotensi menjadi model pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah lain di Indonesia.

Bagi masyarakat setempat, peristiwa ini memiliki makna tersendiri. Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menyebut kehadiran menteri di Kampung Atuka sebagai momen bersejarah. Untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, seorang anggota kabinet mengunjungi langsung kampung tersebut.

Menurut Deinas, pembangunan Papua Tengah tidak dapat semata bertumpu pada investasi berskala besar. Ia menilai, penguatan ekonomi rakyat melalui koperasi menjadi fondasi penting menuju kemandirian ekonomi daerah, sejalan dengan visi “Papua Tengah Emas”.

“Kehadiran negara di Atuka hari ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten,” kata Deinas. “Masyarakat Atuka menyambutnya sebagai bagian dari keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”(*/Red-Fby)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x