“Drama musikal Mar. sangat menyentuh hati. Ini mengingatkan kita pada perjuangan pahlawan yang telah mengorbankan segalanya untuk kemerdekaan Indonesia. Melalui pertunjukan ini, kita seperti dibawa mundur ke masa lalu, merasakan perjuangan mereka dalam meraih kemerdekaan,” ujar Irene usai menonton pertunjukan yang berlangsung hampir tiga jam tersebut.

Drama musikal Mar. mengangkat kisah bersejarah Bandung Lautan Api pada 1946, dipadukan dengan musik live dan seni peran yang menginspirasi. Irene juga menilai bahwa penggabungan antara lagu-lagu yang terinspirasi oleh maestro musik Indonesia Ismail Marzuki dengan penampilan musisi berpengalaman serta koreografi yang serasi di atas panggung menambah kekuatan emosional dalam pertunjukan ini.

“Saya sangat mengapresiasi bagaimana para talenta muda, bersama dengan dukungan fasilitas yang baik, berhasil menyajikan sebuah pertunjukan yang begitu luar biasa. Harapan saya, pertunjukan seperti ini semakin sering diadakan di Ciputra Artpreneur, terutama yang mengangkat unsur musikal,” tambah Irene.

Sutradara Mar., Wawan Sofwan, menyatakan bahwa drama musikal ini berhasil menggabungkan kisah cinta yang terjadi di tengah peristiwa Bandung Lautan Api, dengan karya-karya musik dari Ismail Marzuki. “Kami mencoba menafsir ulang naskah teater yang ditulis oleh Titien Wattimena, dengan sentuhan skenario film, dan didukung oleh komposisi musik dari Dian HP. Kami ingin menghadirkan sebuah musikal yang segar dan inovatif dengan tetap menonjolkan keindonesiaan,” kata Wawan.
Acara ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Veronica Tan, yang keduanya memberikan apresiasi tinggi terhadap pertunjukan ini.

Mar., yang digelar pada 26–28 Februari 2025, merupakan salah satu upaya ArtSwara, rumah produksi yang telah berdiri sejak 2009, untuk menyuguhkan tontonan edukatif bagi pencinta seni Indonesia. Drama musikal ini juga menjadi wadah bagi insan ekonomi kreatif untuk terus berkarya dan berinovasi, serta mengedepankan semangat gotong royong menuju Indonesia Emas 2045.
Irene mengungkapkan harapannya agar semakin banyak acara serupa yang digelar di Ciputra Artpreneur, sebagai bagian dari upaya mewujudkan potensi besar sektor ekonomi kreatif Indonesia. “Saya mengajak seluruh insan ekonomi kreatif untuk terus berkarya dengan semangat gotong royong, demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tutup Irene.
ArtSwara adalah rumah produksi seni yang telah berdiri sejak 2009, berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya seni berkualitas tinggi, yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik dan memberi dampak positif pada masyarakat. ArtSwara terus berinovasi dengan menyajikan pertunjukan seni yang mengangkat nilai-nilai nasionalisme dan budaya Indonesia.[Safar/**]









Tidak ada komentar