x

Proyek Sekolah Rakyat Dharmasraya Dikebut, Ini Arahan Menteri Dody

waktu baca 3 menit
Kamis, 7 Mei 2026 03:54 0 5 Redaksi

Dharmasraya, (Delik Asia) | Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Rabu (6/5/2026), guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target agar dapat dimanfaatkan pada Tahun Ajaran Baru Juli 2026.

Dalam kunjungannya, Menteri Dody didampingi Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, serta Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.

Menteri Dody mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya terus dipercepat agar penyelesaian pekerjaan tetap sesuai jadwal.

“Per kemarin sore, saya koordinasi sudah sekitar 9 persen. Jadi mudah-mudahan sampai 20 Juni selesai. Mungkin ada beberapa yang belum selesai tuntas, dan sudah saya sampaikan agar rumput untuk lapangan bola segera disemai karena itu memakan waktu cukup lama dan tidak bisa mendadak. Tapi overall bagus,” kata Menteri Dody.

Menurut Menteri Dody, pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya terus dikejar dengan target progres harian minimal 2 persen agar pekerjaan dapat segera diselesaikan.

“Jadi untuk Sekolah Rakyat di Dharmasraya ini kita kejar. Mudah-mudahan per hari bisa minimal 2 persen. Kalau misalnya per hari nggak bisa mencapai 2 persen karena hujan atau lainnya. Besoknya saya minta untuk di catch up. Jadi, kalau hari ini ketinggalan setengah persen, berarti besoknya mesti 2,5 persen. Karena adik-adik kita yang sekarang masih berada di Sekolah Rakyat Rintisan harus bisa masuk ke sekolah yang baru pada Tahun Ajaran Baru Juli 2026,” tegas Menteri Dody.

Menteri Dody juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat, mulai dari Satgas Percepatan SR Tahap 2, tim Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, hingga kontraktor pelaksana yang terus memastikan progres harian dan kesiapan material di lapangan.

“Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, Satgas Percepatan SR Tahap 2 bekerja dengan baik. Koordinasinya bagus. Kontraktor juga bergerak cepat. Semua bekerja sama untuk memastikan progres harian berjalan baik termasuk kesiapan material,” tambah Menteri Dody.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang seperti asrama, tempat makan, rumah ibadah, fasilitas olahraga, lapangan sepak bola, hingga lapangan atletik. Seluruh kebutuhan pendidikan siswa, termasuk seragam dan buku, juga ditanggung oleh pemerintah.

Pembangunan Sekolah Rakyat dilaksanakan melalui Kementerian PU sebagai bagian dari dukungan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang layak bagi masyarakat sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Jadi, sebetulnya ini adalah ide mulia Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan agar kemiskinan ekstrim dapat segera dihapuskan dari Indonesia. Sesuai juga dengan semboyan PU 608. Dan penghapusan kemiskinan ekstrim itu paling mudah melalui sekolah. Tidak ada cara lain. Di samping itu juga untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” terang Menteri Dody.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh percepatan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan pembangunan tambahan 7 Sekolah Rakyat pada tahun depan dengan luas kawasan rata-rata 8–10 hektar,” kata Wagub Vasko.(*/Rossy)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x