x

BPTD Kelas II Banten Gencarkan Sosialisasi ODOL di Titik Strategis

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Jun 2025 17:23 0 133 Redaksi

Delik Asia, (Cilegon) | Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten mempertegas komitmennya mendukung kebijakan nasional “Zero ODOL” atau bebas kendaraan Over Dimension dan Over Loading. Upaya ini diwujudkan lewat serangkaian kegiatan sosialisasi yang digelar sepanjang Juni 2025 di sejumlah titik strategis wilayah Banten.

Sosialisasi digelar secara bertahap di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cimanuk dan Cikande, serta pelabuhan-pelabuhan penyeberangan seperti Bandar Bakau Jaya (BBJ) dan Pelabuhan Ciwandan. Kegiatan menyasar pengemudi truk barang, pemilik perusahaan angkutan, hingga petugas operasional pelabuhan.

Data mencatat, dari total 2.238 kendaraan yang terlibat dalam kegiatan ini, sebanyak 72 persen atau 1.610 kendaraan terindikasi melanggar aturan dimensi dan muatan. Sementara itu, hanya 28 persen kendaraan atau 628 unit yang tercatat sesuai regulasi.

Kepala BPTD Kelas II Banten, Eko Indra Yanto, menegaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi kunci dalam menurunkan angka pelanggaran ODOL di jalan raya.

“Penegakan hukum saja tidak cukup. Perlu edukasi masif, komunikasi dua arah, dan kehadiran pemerintah langsung di lapangan untuk membangun pemahaman bersama,” ujar Eko.

Sosialisasi dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari penyuluhan tatap muka, pembagian brosur, pemasangan spanduk informasi, hingga diskusi interaktif dengan para sopir. Tim teknis BPTD juga memberikan demonstrasi langsung penggunaan jembatan timbang serta pelatihan teknis pengukuran dimensi kendaraan.

Pelabuhan penyeberangan menjadi fokus penting dalam kegiatan ini. Sebagai simpul logistik antar pulau, titik-titik ini dinilai strategis untuk menekan pergerakan kendaraan ODOL. Operator pelayaran dan petugas pelabuhan di BBJ dan Ciwandan disebut turut menyambut baik kegiatan ini serta berkomitmen mendorong angkutan logistik yang tertib dan aman.

Tiga tujuan utama diusung dalam kegiatan ini:

  1. Meningkatkan kesadaran pelaku usaha terkait risiko keselamatan akibat ODOL;
  2. Mendorong sinergi multipihak mendukung program nasional Indonesia Zero ODOL;
  3. Memberikan pemahaman teknis terkait aturan dimensi dan kapasitas muatan kendaraan.

Lebih jauh, Eko berharap melalui kampanye ini akan terjadi penurunan signifikan terhadap pelanggaran dimensi kendaraan, optimalisasi fungsi jembatan timbang, serta berkurangnya kerusakan jalan dan angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kelebihan muatan.

“Zero ODOL bukan semata target administratif, tapi bagian dari upaya besar menjaga keselamatan pengguna jalan. Dengan dukungan semua pihak—termasuk Kepolisian, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan asosiasi pengusaha—kami yakin transformasi angkutan jalan yang lebih tertib dan berkelanjutan bisa kita capai,” pungkas Eko.

Sosialisasi akan terus digelar secara berkala dan lebih luas, menyasar berbagai wilayah dan pelaku angkutan barang sebagai bagian dari gerakan kolektif menciptakan jalan raya yang lebih aman untuk semua.[Saf/**]

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x