x

Perkuat Kerja Sama dengan AS, Prabowo: Kami Butuh Mitra untuk Industrialisasi

waktu baca 3 menit
Kamis, 19 Feb 2026 20:34 0 139 Redaksi

Washington D.C. (Delik Asia) | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menandatangani perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat, Kamis (19/2) waktu setempat. Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi bilateral dan meningkatkan kepastian bagi dunia usaha kedua negara.

Komitmen tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Forum Bisnis bersama US Chamber of Commerce di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.

“Saya berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Ini adalah perjanjian yang sangat signifikan bagi pelaku usaha dan investor, tidak hanya bagi Indonesia dan Amerika Serikat, tetapi juga bagi kawasan Pasifik yang lebih luas,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, perjanjian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk terus memperdalam kerja sama ekonomi, memperluas akses pasar, serta menciptakan kepastian regulasi bagi pelaku usaha.

Dalam forum tersebut, Prabowo juga mengajak pelaku usaha Amerika Serikat untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan Indonesia, khususnya dalam agenda modernisasi dan industrialisasi nasional.

“Kami mencari mitra yang serius dan berjangka panjang, yang tumbuh bersama dan saling menguntungkan. Indonesia membutuhkan mitra strategis untuk mempercepat modernisasi dan industrialisasi,” tegasnya.

Prabowo turut memperkenalkan sovereign wealth fund Indonesia, Danantara, sebagai instrumen utama pembiayaan dan kemitraan industri. Menurutnya, Danantara saat ini tengah mengakselerasi agenda hilirisasi melalui sejumlah proyek strategis.

“Kami terus melangkah maju dalam pengolahan industri hilir. Danantara akan menjadi mesin kunci. Tahun ini saja, kami telah memulai 18 proyek hilirisasi baru,” ungkapnya.

Ia menilai Indonesia tidak hanya menawarkan pasar domestik yang besar, tetapi juga berpotensi menjadi basis produksi regional bagi perusahaan global, termasuk perusahaan Amerika Serikat.

“Indonesia dapat menjadi mitra strategis yang kuat dan basis produksi yang kompetitif untuk kawasan ini,” ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, ditopang pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5 persen, inflasi yang terkendali, disiplin fiskal, serta stabilitas politik yang terjaga.

“Arus Foreign Direct Investment sangat baik. Tahun lalu mencapai 53 miliar dolar AS. Ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekonomi, pasar, stabilitas, dan arah kebijakan kami,” katanya.

Meski demikian, Prabowo secara terbuka mengakui masih adanya tantangan serius, seperti korupsi, penyelundupan, dan aktivitas ekonomi ilegal. Ia menegaskan pemerintahannya berkomitmen menghadapi dan memberantas persoalan tersebut secara langsung.

“Saya memilih menghadapi masalah ini secara terbuka dan tegas,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Prabowo menyampaikan harapan agar kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat semakin kuat dan mampu menciptakan kemakmuran bersama.

“Kami ingin Amerika Serikat menjadi mitra strategis jangka panjang. Mari kita tumbuh bersama, win-win, dan saling menguntungkan,” pungkasnya.(*/FBi-Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x