x

Lewat Inpres Irigasi, Kementerian PU Jamin Pasokan Air Lahan Pertanian Merata di Bogor

waktu baca 2 menit
Senin, 29 Jun 2026 23:03 0 17 Redaksi

Bogor, (Delik Asia) | Upaya memperkuat swasembada pangan terus dilakukan pemerintah dengan pembangunan infrastruktur irigasi. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turut melakukan rehabilitasi jaringan irigasi sekunder sepanjang 920 meter di Daerah Irigasi (DI) Cihanjawar Cikupa, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Keberadaan saluran irigasi tersebut mampu mengairi 110 hektare lahan sawah sekaligus membawa manfaat bagi empat Kelompok Tani (Poktan) sekitarnya dengan memperoleh distribusi air lebih merata. Indeks Pertanaman (IP) di kawasan tersebut kini meningkat hingga 300 dari semula rata-rata 200, yang berarti petani mampu melakukan panen hingga tiga kali dalam satu tahun.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan bahwa penguatan infrastruktur irigasi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Menurutnya, irigasi tersebut memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani, termasuk pada musim kemarau, sehingga mendukung peningkatan produksi serta efisiensi usaha tani.

“Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Menteri Dody.

Sebagaimana diketahui, jaringan irigasi ini merupakan kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor yang dibantu rehabilitasi oleh Kementerian PU pada Tahun Anggaran 2025 melalui program Inpres 2/2025. Pada Juni 2026, telah dilakukan serah terima hibah aset kepada Pemda.

Selain DI Cihanjawar Cikupa, Kecamatan Sukamakmur, Kementerian PU juga melakukan rehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah kecamatan Kabupaten Bogor, antara lain Klapanunggal, Kemang, dan Caringin, dengan total pengerjaan mencapai 1,91 kilometer yang mengairi lahan persawahan seluas 338 hektare.

Menteri Dody menekankan pentingnya pembangunan jaringan irigasi tersier agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berlangsung lebih efektif dan efisien. Menurut Menteri Dody, hal ini menjadi fondasi utama pemerintah dalam mengoptimalkan fungsi saluran irigasi agar ketersediaan air di lahan pertanian mengalir secara merata.

“Saya minta selain melakukan pengeboran air dalam, khusus untuk air yang diperuntukkan bagi irigasi sawah maupun kebun, wajib juga dibuat jaringan irigasi tersier,” tegasnya.

Untuk mempercepat pelaksanaan Inpres Irigasi, Kementerian PU menggandeng Kementerian Pertanian dalam pendataan dan pembangunan jaringan irigasi secara simultan. Kolaborasi lintas ini diharapkan menghasilkan perencanaan yang lebih akurat sehingga pembangunan irigasi pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya dapat dilaksanakan lebih cepat, tepat sasaran, dan berbasis data.

Melalui penguatan sistem irigasi, peningkatan ketersediaan sumber air, serta sinergi antarlembaga, pemerintah optimistis produktivitas sektor pertanian dapat terus terjaga di tengah tantangan perubahan iklim. Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung target swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.(*/YASIN)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x