x

Penguatan Kerja Sama Ekonomi Jadi Fokus Pertemuan Menlu Sugiono dan Menlu Australia

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Mar 2025 00:54 0 128 Redaksi

DelikAsia, (Sydney, Australia) | Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, melakukan kunjungan kerja ke Sydney, Australia, pada 20 Maret 2025. Dalam kunjungan tersebut, Menlu Sugiono mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Penny Wong.

Keduanya menyepakati berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai bidang, dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Sugiono dan Menlu Penny Wong berkomitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi, pembangunan, hubungan antar masyarakat antar kedua negara, serta sepakat untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan di kawasan. Kedua Menteri juga menyepakati pentingnya menumbuhkan rasa saling percaya dan persahabatan yang erat antara kedua negara.

“Kunjungan ini menandakan kemitraan yang kuat antara kedua negara yang dibangun atas nilai-nilai bersama, saling menghormati kedaulatan, dan komitmen yang kuat untuk berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik, dan di dunia.”

Lebih lanjut, Menlu Sugiono dan Menlu Penny Wong juga sepakat untuk memperbarui Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Australia (2025–2029). Rencana aksi ini akan menetapkan berbagai prioritas utama untuk kerja sama ke depan.

Dalam pertemuan, Menlu Penny Wong menegaskan pentingnya kunjungan Menlu ke Australia, dan menunjukkan eratnya hubungan bilateral kedua negara, baik dalam bidang politik, ekonomi, hubungan antar masyarakat.

“Peningkatan hubungan ekonomi dengan Indonesia sangat penting dan merupakan kunci dari upaya diversifikasi ekonomi Australia, terutama melalui pasar yang berkembang di Asia Tenggara,” tegas Menlu Penny Wong.

“Kami akan melanjutkan kerja sama Kemitraan Strategis Komprehensif melalui kerja sama yang saling menguntungkan di bidang-bidang strategis, seperti perdagangan dan investasi, mineral kritis, EV dan baterai, pertanian dan ketahanan pangan, pendidikan, riset, pertahanan dan keamanan, serta hubungan antar masyarakat,” tutup Menlu Sugiono.[Safar/Red]

 

 

Sumber: Kementerian Luar Negeri

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x