x

Woow! Penanaman Jagung Ratusan Hektar di Sumedang Dipuji Kapolri, Polda Jabar Jadi Role Model

waktu baca 4 menit
Sabtu, 7 Mar 2026 21:11 0 89 Redaksi

Sumedang Jabar, (Delik Asia) | Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memuji kinerja Polda Jawa Barat dalam menjalankan program penanaman jagung serentak sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Kapolri, skema yang diterapkan Polda Jabar dapat menjadi contoh bagi jajaran Polda lainnya di Indonesia dalam mendukung program swasembada pangan, khususnya komoditas jagung.

Apresiasi tersebut disampaikan Kapolri saat mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 melalui video conference dalam rangka mendukung program swasembada jagung nasional, Sabtu (7/3/2026).

“Polri berkomitmen mendukung program swasembada pangan, khususnya jagung, dengan menargetkan produksi yang baik dan berkualitas sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Kapolri.

Ia menjelaskan, dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan dilakukan melalui pemanfaatan lahan binaan yang dikelola bersama kelompok tani di berbagai wilayah.

Caption : Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Gubernur Banten Andra Soni bersama Danrem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Edi Saputra, saat mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak secara nasional bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui sambungan virtual, pada hari Sabtu tanggal 7 Maret 2026. (Foto : DY)

Melalui pemanfaatan satu juta hektar lahan binaan Polri bersama kelompok tani, program tersebut diharapkan mampu memperkuat cadangan pangan nasional, memenuhi kebutuhan pakan ternak, mendukung program makan bergizi gratis, sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Kapolri juga menegaskan bahwa program penanaman jagung tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap instruksi Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Program ini bertujuan meningkatkan produksi jagung nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menstabilkan harga pakan ternak di dalam negeri,” katanya.

Selain itu, Kapolri mengingatkan pentingnya kesiapan sektor pangan nasional di tengah dinamika situasi global yang berpotensi memengaruhi ketahanan ekonomi dan pangan berbagai negara.

“Kita harus memahami bahwa situasi global saat ini dapat berdampak pada negara kita, sehingga ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting yang harus terus diperkuat,” ujarnya.

Program Jagung Polda Jabar

Penanaman jagung serentak Polda Jawa Barat dilaksanakan di lahan milik Perhutani seluas 433,76 hektar yang berlokasi di Desa Palabuan, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang.

Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian.

“Kami melaksanakan penanaman jagung seluas 433,76 hektar di lahan Perhutani sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal 2026 hingga saat ini, program penanaman jagung di Jawa Barat menunjukkan perkembangan signifikan. Total luas penanaman telah mencapai 6.817,95 hektar, dengan potensi pengembangan lahan sekitar 21.190 hektar.

Bahkan, dalam dua bulan pertama 2026, capaian program ketahanan pangan jagung Polda Jabar disebut telah menyamai capaian sepanjang tahun 2016.

Dari sisi hilirisasi, Perum Bulog telah menyerap sekitar 1.744 ton hasil panen jagung, sementara industri pabrik pakan telah menyerap sekitar 61.182 ton.

“Hal ini menunjukkan program tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memastikan adanya mekanisme penyerapan hasil panen sehingga petani memiliki kepastian pasar,” kata Fadly.

Melalui skema tersebut, hasil penjualan panen digunakan terlebih dahulu untuk pelunasan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sedangkan keuntungan bersih langsung diterima oleh petani.

Menurut Fadly, dalam satu hektar lahan, omzet yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai Rp40 juta hingga Rp51 juta, dengan potensi laba bersih sekitar Rp25 juta hingga Rp33 juta per musim tanam.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Polda Jabar juga menggagas inovasi Zero Waste, yaitu pemanfaatan limbah organik dari kantin dan perkantoran untuk diolah menjadi media tanam bagi budidaya pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, Polda Jabar juga menyalurkan berbagai bantuan kepada kelompok tani, antara lain mesin pipil jagung, hand traktor, mesin potong rumput, benih jagung, pupuk NPK dan urea, pupuk kompos, pestisida pertanian, hingga paket bantuan sosial.

Penanaman Jagung di Banten

Secara terpisah, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama Gubernur Banten Andra Soni turut mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak secara nasional bersama Kapolri melalui sambungan virtual.

Kegiatan di wilayah Banten dilaksanakan di lahan pertanian seluas sekitar 8 hektar di Kampung Kabayan, Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang.

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi dengan kelompok tani.

Dalam kesempatan itu, Polres Serang menyalurkan berbagai bantuan kepada petani, antara lain 150 paket bantuan sosial, pupuk NPK, pupuk hayati, insektisida, herbisida, serta berbagai varietas benih jagung.

Selain itu, Dinas Pertanian Provinsi Banten juga memberikan dukungan berupa pupuk, benih jagung, pupuk hayati cair, dan herbisida untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Program penanaman jagung serentak ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian di berbagai daerah.(*/FBI)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x