x

Polri Genjot Infrastruktur SPPG, 59 Proyek Diresmikan dan Dimulai di Jateng

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Okt 2025 15:12 0 73 Redaksi

Delik Asia, (Jawa Tengah) |  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 32 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 27 SPPG baru di wilayah Polda Jawa Tengah, Jumat, 17 Oktober 2025.

Peresmian ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kapolri menegaskan, Polri akan terus mengawal dan memastikan kebijakan tersebut berjalan maksimal hingga ke tingkat paling bawah.

“Baru saja kita laksanakan groundbreaking terhadap 27 SPPG, sekaligus meresmikan operasional 32 SPPG. Dengan begitu, jumlah total SPPG Polri di Jawa Tengah mencapai 100—terbanyak dari seluruh polda,” ujar Sigit dalam sambutannya.

Secara nasional, Polri saat ini telah memiliki 672 SPPG dengan estimasi penerima manfaat mencapai 2,35 juta orang dan menyerap sekitar 33.600 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 159 SPPG telah beroperasi, 115 dalam tahap persiapan, 371 sedang dibangun, dan 27 baru saja dimulai konstruksinya.

Adapun 32 SPPG yang diresmikan di Jateng diproyeksikan menjangkau 97.622 penerima manfaat dan menyerap 1.541 tenaga kerja. Secara keseluruhan, Sigit berharap program ini akan memberi dampak luas di daerah. “Harapan kita, dari SPPG yang dibangun Polda Jawa Tengah ini dapat menjangkau 400 ribu orang dan menciptakan 5.000 lapangan kerja,” ujarnya.

Dalam arahannya, Kapolri juga menekankan pentingnya pengawasan kualitas makanan yang disajikan. Ia meminta seluruh personel di lapangan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dengan ketat—dari proses distribusi hingga setelah makanan dikonsumsi oleh penerima manfaat.

“Saya minta personel mengawal sejak distribusi sampai selesai makan. Tujuannya, agar kita tahu kondisi anak-anak sebelum dan sesudah makan. Ini bagian dari SOP,” kata Sigit.

Ia juga menambahkan perlunya checklist harian untuk mengevaluasi kualitas makanan dan mendengarkan masukan dari para penerima manfaat. “Kita harus pastikan bahwa makanan yang disajikan selalu dalam kondisi baik dan sesuai harapan anak-anak kita,” tutupnya.[Safar/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x