Eka, pemudik asal Tegal yang berdomisili di Jakarta Barat, mengungkapkan perjalanannya menuju ibu kota berlangsung relatif singkat tanpa hambatan berarti. Ia merasakan langsung dampak penerapan rekayasa lalu lintas satu arah yang membuat arus kendaraan bergerak lebih lancar.
“Perjalanan terasa cepat dan tidak tersendat. Sistem satu arah sangat membantu mempercepat perjalanan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kehadiran petugas di lapangan yang dinilai responsif dalam memberikan informasi kepada pengguna jalan. Menurutnya, komunikasi yang jelas dari aparat turut memberikan rasa aman selama perjalanan.
Hal senada disampaikan Anggi, pemudik yang menempuh perjalanan dari Palimanan menuju kawasan Jatinegara. Ia menilai pengelolaan arus lalu lintas pada musim Lebaran tahun ini lebih tertata dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pengaturannya lebih rapi. Ketika ada kendaraan mengalami kendala, petugas langsung bergerak cepat sehingga tidak mengganggu arus kendaraan lain,” katanya.
Sementara itu, Hari, pemudik asal Bandung, juga merasakan peningkatan kelancaran perjalanan menuju Jakarta. Meski volume kendaraan cukup tinggi, arus lalu lintas tetap terjaga dan tidak menimbulkan kepadatan berarti.
“Ramai, tapi tetap mengalir. Dibandingkan tahun lalu, sekarang terasa lebih lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan penerapan sistem satu arah dari arah Jawa menuju Jakarta menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus balik. Dengan skema tersebut, kendaraan dapat bergerak lebih fokus tanpa hambatan dari arah berlawanan.
Secara umum, para pemudik menilai kesiapan petugas di lapangan serta pengaturan lalu lintas yang adaptif menjadi kunci utama terciptanya arus balik yang aman, nyaman, dan terkendali pada Lebaran tahun ini.(*/FBi-Red)
Tidak ada komentar