x

Warga Gerem Rindukan Duduk Bersama Para Wakil Rakyat Asal Gerem

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Okt 2025 17:35 0 138 Redaksi

Delik Asia, (Cilegon) | Suara kerinduan mengemuka dari para pengurus lingkungan di Kelurahan Gerem. Mereka berharap para anggota dewan yang berasal dari wilayahnya dapat lebih sering turun langsung dan berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan aspirasi serta menindaklanjuti berbagai usulan pembangunan yang belum terealisasi.

Dalam forum koordinasi tingkat kelurahan, Mansyur, Ketua RT 03 Cupas Jadi, menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya tindak lanjut atas usulan warga yang telah disampaikan bertahun-tahun.

“Dari tahun ke tahun usulan kami sama, tapi hasilnya nihil, seolah hanya PHP. Padahal kami punya beberapa wakil rakyat di parlemen. Kami sangat berharap mereka bisa duduk bersama kami, mendengarkan aspirasi, dan menjelaskan mengapa usulan kami tak kunjung terealisasi,” ujarnya.

Mansyur juga menegaskan pentingnya kebersamaan di atas kepentingan partai.

“Kami ingin para anggota dewan dari wilayah Gerem duduk bersama tanpa membawa warna partai, tapi dengan semangat bahwa mereka adalah wakil rakyat. Kalau itu bisa dilakukan, keindahan dan sinergi antara masyarakat dan dewan pasti tercipta,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Jajuli, Ketua Forum Komunikasi RT/RW (Fokker) Kelurahan Gerem, juga menyayangkan kurangnya perhatian dari para wakil rakyat terhadap proses pembangunan di wilayahnya.
“Kami berharap, seperti yang disampaikan Kang Mansyur, agar para dewan bisa duduk bersama kami, mendengarkan langsung, dan mengawal aspirasi pembangunan masyarakat Gerem,” lanjutnya.

Sementara itu, Hatibi, Ketua RW 10, mengungkapkan dilema yang kerap dihadapi pengurus lingkungan di lapangan.

“Kami ini sering menjadi sasaran keluhan warga karena banyak aspirasi yang tidak terealisasi. Kami paham kondisi keuangan daerah sedang sulit, tapi semoga semangat pemimpin baru dengan slogan Cilegon Juara tetap bisa memperhatikan kebutuhan masyarakat,” katanya.

“Kami juga berharap para wakil rakyat di wilayah kami — yang jumlahnya lima orang — kalau diundang ya hadirlah, supaya tahu langsung kondisi masyarakat Gerem,” tambahnya.

Suara harapan juga datang dari Rusdi, Ketua RT 01 Watulawang. Ia menceritakan perjuangannya menata lingkungan dengan swadaya masyarakat.

“Dulu wilayah kami masih amburadul. Sekarang sudah mulai tertata, tapi perhatian pemerintah masih kurang. Lampu penerangan jalan belum merata, padahal warga rutin membayar iuran listrik,” ujarnya.
“Kami yang tinggal di daerah perbatasan sering merasa terpinggirkan. Bahkan dulu pernah terjadi longsor besar tahun 1982 yang menelan korban lima orang. Ini seharusnya jadi catatan serius pemerintah,” sambungnya.

Rusdi juga menuturkan bahwa dirinya kerap menggunakan honor RT untuk kepentingan warga.

“Pernah empat bulan honor saya pakai untuk membangun tanggul dan bayar pajak lingkungan. Semua demi keselamatan warga. Kalau seorang RT saja bisa begitu, seharusnya para dewan bisa berbuat lebih besar lagi untuk rakyat,” tutupnya penuh harap.[Febi/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x