x

Sukses! PHKT Ungkap Fakta Lapangan Soal Keselamatan Kerja Operasi Migas di Penajam

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Okt 2025 21:28 0 49 Redaksi

Delik Asia, (Kalimantan Timur) | PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) kembali menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan operasi hulu migas dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (8/10).

FGD yang digelar di Aula Kantor Bupati PPU itu menghadirkan narasumber dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan serta Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpam Obvit) Polda Kaltim.

Acara diikuti perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, Pos Lanal, kecamatan dan kelurahan sekitar wilayah operasi, Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan, Gapasdap, hingga Paguyuban Motorist Speed Boat Kabupaten PPU.

Head of Communication Relations & CID Zona 10 PHKT, Dharma Saputra, menyebut FGD ini merupakan wujud pendekatan kolaboratif untuk memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Ini bagian dari implementasi Corporate Life Saving Rules (CLSR) Pertamina, khususnya aspek Line of Fire dan Land Transportation. Panduan ini bertujuan melindungi pekerja maupun masyarakat sekitar dari potensi risiko operasi migas,” ujarnya.

Dharma juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab PPU dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada KSOP Balikpapan yang turut menginspirasi kegiatan ini, sebagai tindak lanjut dari peringatan Hari Perhubungan Nasional,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Burhanudin, mengapresiasi langkah PHKT yang rutin melibatkan berbagai pihak dalam membangun budaya keselamatan.

“Forum seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian terhadap keselamatan bersama,” katanya.

Data internal PHKT menunjukkan penerapan budaya keselamatan berdampak positif. Incident Rate (IR) sektor hulu migas menurun dari 0,55 pada 2020 menjadi 0,11 pada 2024. Angka kecelakaan kerja juga terus turun.

Superintendent Operation HSSE Lawe-Lawe Terminal, Ramona Ginting, menegaskan pentingnya disiplin dalam penerapan standar keselamatan.

“Kami percaya, budaya selamat adalah fondasi keberlanjutan produksi migas,” tegasnya.

Sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), PHKT terus berinovasi dalam penerapan teknologi ramah lingkungan di Wilayah Kerja Kalimantan Timur & Attaka. Melalui semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia, PHKT berkomitmen mendukung ketahanan energi nasional.[Safar/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x