
DelikAsia, (Serang) | Lebih dari seribu pendekar dan pencinta silat dari berbagai penjuru Banten, DKI Jakarta, hingga Lampung memadati halaman Sekretariat DPP KESTI TTKKDH di Jalan Lingkar Selatan, Ciracas, Kota Serang, Sabtu, 26 April 2025. Mereka datang bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tapi juga merayakan identitas dan semangat kebudayaan dalam acara Silaturahmi Akbar dan Halal Bihalal Keluarga Silat Terate Indonesia Tjimande Tarikolot Kebon Djeruk Hilir (KESTI TTKKDH).

Acara yang berlangsung penuh kehangatan itu menjadi penegas bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Ia adalah perekat sosial, warisan budaya, sekaligus ruang solidaritas lintas generasi.
Gubernur Banten Andra Soni hadir langsung dalam acara tersebut, didampingi jajaran pejabat Pemprov Banten. Tampak pula Wali Kota Serang bersama Sekretaris Daerah, Nanang Saifudin, dan sejumlah tokoh penting dari berbagai daerah.
Ketua Umum KESTI TTKKDH, Wahyu Nurjamil, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk menghidupkan kembali semangat kolektif di tengah masyarakat modern yang kian individualis.

“Ini bukan sekadar ajang temu kangen. Ini adalah bentuk nyata komitmen kita untuk menjaga kekompakan, melestarikan nilai budaya, dan meneruskan warisan luhur para pendahulu,” kata Wahyu, yang disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin.
Acara ini diisi dengan pertunjukan silat khas Tjimande, sambutan tokoh masyarakat, hingga sesi ramah tamah yang menciptakan ruang interaksi lintas usia dan daerah. Tidak ada batas antara yang muda dan yang tua, antara pengurus pusat dan perwakilan daerah — semua larut dalam semangat kebersamaan.
Silaturahmi akbar ini memperlihatkan bahwa di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, seni bela diri tradisional seperti KESTI TTKKDH tetap punya ruang vital di hati masyarakat. Ia bukan hanya hidup, tapi tumbuh dengan kesadaran baru: menjaga akar budaya adalah menjaga jati diri bangsa.[Di2n bk/**]

Tidak ada komentar