
Delik Asia, (Batujajar) | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi R. sebagai Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pelantikan digelar dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lanud Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Jawa Barat, Minggu (10/8).

Pelantikan ini menandai aktifnya kembali jabatan Wakil Panglima TNI setelah kosong hampir 25 tahun. Terakhir kali jabatan tersebut diisi oleh Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi pada 1999–2000.
Pengisian kembali posisi strategis ini merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 84 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI yang diteken pada 5 Agustus 2025.
Sebelum dilantik, Tandyo menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) dengan pangkat Letnan Jenderal TNI. Lulusan Akademi Militer tahun 1991 ini memiliki rekam jejak panjang di dunia militer, mulai dari posisi Pangdam hingga jabatan strategis di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Seiring pelantikannya, Presiden juga menaikkan pangkatnya menjadi Jenderal TNI, sebagai bentuk penghormatan dan bagian dari penguatan struktur kepemimpinan TNI.
“Penguatan posisi Wakil Panglima TNI merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan keamanan nasional yang kian kompleks,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Wakil Panglima TNI berperan membantu Panglima dalam perencanaan, koordinasi, dan pengendalian pelaksanaan tugas pokok TNI, baik dalam operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga memberikan penghargaan dan kenaikan pangkat kepada sejumlah perwira tinggi TNI, baik yang masih aktif maupun purnawirawan, atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam berbagai operasi militer.
Upacara ini turut dihadiri para Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, kepala staf tiga matra, perwira tinggi TNI-Polri, hingga Atase Pertahanan negara sahabat.[Red/**]
Sumber: Dispenad

Tidak ada komentar