
Jakarta, (Delik Asia) | PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) secara resmi menetapkan 15 putra-putri terbaik Kalimantan sebagai penerima Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) 2025. Program beasiswa penuh ini ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang berdomisili di sekitar wilayah operasi perusahaan di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

Para penerima BSBK 2025 terpilih melalui proses seleksi ketat dan berlapis. Mereka dinilai tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga komitmen sosial serta kepedulian terhadap lingkungan hidup. PHI menegaskan, program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda lokal.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Salwa Ladita, lulusan SMKN 1 Tarakan. Berkat dukungan penuh dari PHI, Salwa kini berhasil melanjutkan pendidikan di jurusan Psikologi Universitas Borneo Tarakan (UBT).
Bagi Salwa, kesempatan ini adalah langkah besar untuk mewujudkan cita-citanya menjadi sarjana pertama di keluarganya. “Keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Selama ada kesempatan dan kemauan untuk bekerja keras, jalan selalu ada,” ujarnya.

Dukungan dari sang ibu dan nenek menjadi sumber motivasi utama Salwa saat mengikuti seleksi, mulai dari penulisan motivation letter hingga sesi wawancara. Proses tersebut, menurutnya, membuka wawasan baru tentang pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan menjelaskan, tahun 2025 menjadi pelaksanaan kedua Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan. Program ini dirancang untuk mencetak generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial serta lingkungan.
“BSBK bukan sekadar bantuan pendidikan. Kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak daerah agar mereka tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul yang berwawasan luas,” kata Dony.
Selain pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya hidup, para penerima beasiswa juga mendapatkan pembekalan pengembangan kapasitas, khususnya dalam aksi pelestarian lingkungan. Saat ini, para mahasiswa BSBK telah menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi mitra, seperti Universitas Mulawarman, Institut Teknologi Kalimantan, dan Universitas Lambung Mangkurat.
Selama masa studi, penerima beasiswa tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik. Mereka juga wajib mengikuti Aksi Sobat Bumi, antara lain penanaman mangrove dan edukasi hidup ramah lingkungan di sekolah-sekolah melalui program Desa Energi Berdikari.
Melalui sinergi dengan Pertamina Foundation serta anak perusahaan seperti Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga Sanga, dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur, PHI terus menjalankan program tanggung jawab sosial yang inovatif dan berkelanjutan.
Program BSBK menjadi salah satu pilar penting PHI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Kalimantan, sekaligus menegaskan bahwa kehadiran industri hulu migas mampu memberi dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di daerah.[*/Feby]

Tidak ada komentar