x

Penangkapan Besar! Prajurit TNI AD Amankan 90 Ribu Ekstasi di Tol Trans Sumatera

waktu baca 2 menit
Minggu, 23 Nov 2025 18:51 0 65 Redaksi

Lampung, (Delik Asia) | Respons cepat dua prajurit Korem 043/Garuda Hitam berhasil menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar di Jalan Tol Trans Sumatra KM 136 jalur B, Kamis, 20 November 2025. Insiden ini bermula dari temuan sebuah Nissan X-Trail hitam dalam kondisi ringsek tanpa pengemudi sekitar pukul 05.25 WIB.

Saat melintas, Babinsa Koramil 0411-11/Terbanggi Besar Sertu Eko Wahyudi melakukan pengecekan area sekitar lokasi kecelakaan. Di bawah Jembatan Tol Karang Endah, ia menemukan enam tas mencurigakan, kemudian berkoordinasi dengan Serda Maradang Simanjuntak, anggota Kumrem 043/Garuda Hitam.

Pemeriksaan awal mengungkap isi tas tersebut: 34 kantong berisi sekitar 90.000 butir pil ekstasi, menjadikannya salah satu temuan terbesar di wilayah Lampung beberapa tahun terakhir. Temuan ini segera dilaporkan kepada aparat kepolisian. Pada pukul 08.45 WIB, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni dan Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Pol Dwi Handoko tiba di lokasi untuk menangani proses lanjutan.

Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan turut berkoordinasi di lapangan. Seluruh barang bukti—terdiri dari 1 unit SUV dan enam tas berisi 90 ribu butir pil ekstasi—kemudian diserahkan kepada Ditresnarkoba Polda Lampung, disaksikan Kabid Humas Polda Lampung serta Pasi Intel Kodim 0411/KM. Hingga kini, pengemudi kendaraan belum ditemukan dan diduga melarikan diri sesaat setelah kecelakaan.

Letkol Noval Darmawan menyampaikan apresiasinya atas respons cepat dua prajurit tersebut.

“Ketepatan dan kecepatan laporan anggota kami menjadi dasar penting bagi kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang disinyalir terkait jaringan narkoba ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengungkapan ini mencerminkan penguatan sinergi TNI–Polri dalam pemberantasan narkotika, khususnya di jalur strategis seperti Tol Trans Sumatra.

“Penyelidikan kini berada di bawah Polda Lampung. Kami berharap jaringan di balik penyelundupan puluhan ribu pil ekstasi ini dapat segera diungkap,” kata Noval.

Pengungkapan ini menjadi pengingat penting bagi pemangku kepentingan bahwa arus logistik dan transportasi di kawasan Sumatra terus memerlukan pengawasan terintegrasi untuk meminimalkan risiko penyelundupan, terutama pada koridor-koridor ekonomi utama.[*/Red]

 

Sumber: Dispenad

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x