x

PELITA BUWANA, Inovasi Sosial PEP Sangatta Jawab Krisis Lahan dan Ketahanan Pangan

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Des 2025 22:01 0 30 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field memperkenalkan inovasi sosial bertajuk PELITA BUWANA (Pengelolaan Limbah Terintegrasi untuk Budidaya Pertanian Regeneratif dan Wujudkan Ketahanan Pangan). Program ini menjadi bagian dari inisiatif CSR ECO-STEP Semberah, yang dirancang untuk menjawab tantangan kerusakan lahan, ketergantungan pupuk kimia, serta risiko banjir dan kebakaran hutan di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

PELITA BUWANA menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Melalui penerapan pertanian regeneratif berbasis pengelolaan limbah terintegrasi, para petani mampu menghemat biaya pembelian pupuk hingga Rp37,5 juta per tahun serta biaya pestisida sekitar Rp18 juta per tahun.

Head of Communication Relations & CID Zona 9 Dharma Saputra menegaskan, program ini mengusung prinsip creating shared value. “Manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dirancang untuk tumbuh bersama, dirasakan oleh perusahaan dan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sistem kerja PELITA BUWANA berbasis ekonomi sirkular yang menghubungkan berbagai subunit masyarakat. Kelompok Tani Wira Karya mengembangkan pertanian semiorganik, Kelompok Ternak Idaman mengelola ayam pedaging, sementara Kelompok Wanita Tani Berseri membudidayakan jamur tiram. Ketiganya saling terhubung dalam pertukaran sumber daya.

Limbah baglog jamur, misalnya, diolah kembali menjadi pakan ternak, sedangkan kotoran ayam diproses menjadi pupuk organik cair untuk lahan pertanian. Seluruh aktivitas ini didukung Depot Energi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang memanfaatkan limbah sawit dan kayu sebagai media tanam.

Program ini dirancang inklusif dengan melibatkan kelompok rentan, mencakup 12 rumah tangga prasejahtera, kaum lansia, serta perempuan rawan sosial ekonomi. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan pendapatan anggota rata-rata Rp250 ribu per bulan, tetapi juga menekan potensi kebakaran hutan dan lahan bagi 160 kepala keluarga di wilayah sekitar.

Aspek keberlanjutan turut diperkuat melalui legalitas usaha, antara lain kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal bagi produk kelompok. Dengan demikian, hasil produksi memiliki daya saing dan kepastian akses pasar.

Melalui PELITA BUWANA, PEP Sangatta Field tidak sekadar membangun infrastruktur fisik seperti rumah jamur dan instalasi hidroponik, tetapi juga merawat nilai kearifan lokal lewat tradisi Mapulus dan Tasyukuran Tanam Panen.

Inovasi sosial ini menegaskan komitmen PEP Sangatta Field dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara mandiri, inklusif, dan ramah lingkungan.[*/Feby]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x