
Kutai Kartanegara, (Delik Asia) | PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Lapangan South Processing Unit (SPU), Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, pada akhir Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan meninjau secara langsung pengelolaan operasi dan produksi hulu minyak dan gas bumi (migas), sekaligus memastikan keberlanjutan manfaat kegiatan usaha migas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Rombongan Komisi I DPRD Kukar dipimpin Wakil Ketua Komisi I, Wandi, S.E. Dalam kunjungan tersebut, DPRD menegaskan komitmennya untuk mendukung kinerja PHM, seraya menjalankan fungsi pengawasan agar aktivitas hulu migas tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan, kepentingan daerah, serta kesejahteraan masyarakat pesisir.
Site Manager Lapangan SPU PHM, Teddy Indrawan, dalam pemaparannya menjelaskan kinerja operasional Lapangan SPU, termasuk capaian produksi, penerapan efisiensi operasi, serta langkah-langkah pengelolaan lingkungan. Ia juga memaparkan implementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Salah satu program unggulan yang disampaikan adalah budidaya mangrove di kawasan pesisir, yang dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal. Program ini dinilai berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus menciptakan nilai ekonomi tambahan bagi warga sekitar.


Teddy menegaskan bahwa Lapangan SPU tidak hanya berorientasi pada pencapaian target produksi, tetapi juga pada keberlanjutan jangka panjang. Penerapan inovasi dan teknologi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat menjadi bagian integral dari operasi hulu migas PHM. “Lapangan SPU berupaya menjadi contoh bagaimana kegiatan hulu migas dapat berjalan selaras dengan kehidupan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kukar Wandi, S.E. menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan inovasi PHM dalam mengelola operasi migas, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta melaksanakan program CSR secara konsisten. Ia juga mengapresiasi keterlibatan tenaga kerja lokal yang dinilai memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.
Menurut Wandi, program CSR PHM, khususnya di bidang pendidikan, telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah pesisir Kutai Kartanegara. Ia berharap sinergi antara PHM, Pemerintah Daerah, dan DPRD Kukar dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Head of Communication Relations & CID PHM Achmad Krisna Hadiyanto menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pengembangan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar kehadiran operasi hulu migas memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi penyediaan energi nasional maupun pembangunan daerah.
“Kunjungan kerja ini mencerminkan kuatnya sinergi antara PHM dan DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara yang dilandasi transparansi, profesionalisme, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan operasi hulu migas, memenuhi kebutuhan energi nasional, serta memastikan manfaatnya dirasakan secara nyata oleh masyarakat pesisir Kutai Kartanegara, sejalan dengan kontribusi terhadap Asta Cita Pemerintah dan pembangunan daerah,” ujar Achmad.
Sebagai informasi, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang beroperasi di Zona 8 Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. PHM menjalankan kegiatan usaha hulu migas sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui penerapan inovasi dan teknologi, PHM berkomitmen menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan guna mendukung keberlanjutan produksi migas nasional serta mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.(*/Red)

Tidak ada komentar